Makkah, Arina.id
Pusat Meteorologi Nasional Saudi (National Center for Meteorology/NCM) memperkirakan cuaca panas ekstrem diseratai angin kencang akan terjadi selama musim haji. Bahkan, dapat menyebabkan badai debu dan pasir, terutama di area terbuka.
Ayman bin Salem Ghulam, CEO NCM, dalam jumpa pers di Makkah, Selasa (4/6/2024), mengatakan bahwa suhu maksimum di Kota Makkah diperkirakan mencapai antara 45 hingga 48 derajat cencius. NCM juga memperkirakan potensi tingkat kelembaban bisa mencapai lebih dari 60 persen.
Ghulam menyebut pihaknya telah melakukan latihan untuk meningkatkan kesiapan, meninjau fenomena cuaca buruk, menguji mekanisme pelaporan, dan memastikan bahwa informasi sampai ke pihak-pihak terkait selama musim haji.
Mereka juga telah mengerahkan radar bergerak untuk memantau cuaca di atas Kota Makkah dan Masjidil Haram. Mereka juga bergerak untuk memantau lapisan atmosfer bagian atas dan menyediakan citra satelit untuk mengetahui potensi fenomena cuaca.
Ghulam juga menyebut pihaknya telah mendirikan pusat informasi di Mina untuk memberikan layanan kepada jamaah haji, termasuk bagi jemaah yang berkebutuhan khusus. Pusat ini akan menyiarkan prakiraan cuaca harian di 12 saluran media untuk memastikan keselamatan jamaah haji.
Sementara jemaah haji asal Maroko, Asmaa Oulid, mengatakan, dirinya telah mendapat informasi pihak travel bahwa cuaca tahun ini akan sangat panas.
“Mereka telah memberi kita semua pedoman yang diperlukan, menekankan pentingnya minum banyak cairan, menggunakan payung, dan menghindari paparan langsung sinar matahari, karena suhu bisa melebihi 45 C. Ini berarti sangat penting untuk mengikuti instruksi dan pedoman,” ujarnya kepada Arab News.
Editor: Muhammad Faizin
