Provokasi Netanyahu Soal Pendirian Negara Palestina di Arab Saudi Menuai Banyak Kecaman

Provokasi Netanyahu Soal Pendirian Negara Palestina di Arab Saudi Menuai Banyak Kecaman

Arina.id -- Provokasi yang dilontarkan Pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu soal pendirian negara Palestina di wilayah Arab Saudi, sontak menuai kecaman dari berbagai pihak. Termasuk negara-negara di jazirah Arab.

Ide absurd Netanyahu tersebut ia sampaikan ketika melakukan wawancara dengan Channel 14 Israel, salah satu media lokal Israel, pada Kamis (6/2/2025) lalu.

"Orang-orang Saudi bisa membuatkan negara Palestina di Arab Saudi; mereka punya banyak lahan di sana," ujar Netanyahu, dikutip dari Antaranews. Hal tersebut langsung disusul kecaman dari berbagai pihak.

Pada Sabtu (8/2/2025), WAM sebagai kantor berita resmi UEA (Uni Emirat Arab) langsung bereaksi dengan mengeluarkan kecaman dan kutukan atas ide tersebut.

Pihak UEA menganggap ide Netanyahu “tidak dapat diterima dan provokatif”. Hal tersebut juga bisa dianggap sebagai pelanggaran secara terang-terangan terhadap hukum internasional serta Piala Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Khalifa Bin Shaheen Almarar selaku Menteri Luar Negeri UEA menegaskan sikap negaranya yang bakal menolak dengan tegas atas segala upaya yang bertujuan mengikis hak rakyat Palestina atas Tanah Air mereka.

Almarar mendesak komunitas internasional termasuk Dewan Keamanan PBB, untuk mengambil tindakan tegas terhadap segala praktik ilegal yang melanggar hukum internasional.

Kemudian dilaporkan oleh Aljazeera hari Minggu (9/2/2025), giliran pihak Arab Saudi yang melontarkan kecaman resmi terhadap usulan Benjamin Netanyahu.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menilai bahwa pernyataan absurd Netanyahu bertujuan untuk mengalihkan perhatian dunia, terhadap segala kejahatan genosida yang telah dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel terhadap rakyat Palestina.

"Kerajaan menegaskan bahwa rakyat Palestina memiliki hak atas tanah mereka, dan mereka bukanlah penyusup atau imigran yang dapat diusir kapan pun pendudukan brutal Israel menginginkannya," terang Kemlu Arab Saudi.

Kecaman atas Netanyahu juga datang dari para negara anggota Gulf Cooperation Council (Dewan Kerja Sama Negara Teluk Arab). GCC menilai pernyataan Benjamin Netanyahu adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab.

"Pernyataan yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab ini menegaskan pendekatan pasukan pendudukan Israel dalam ketidakhormatan mereka terhadap hukum dan perjanjian internasional dan PBB serta kedaulatan negara," jelas Jasem Mohamed Albudaiwi selaku Sekjen GCC.

Sementara itu balasan “agak lain” justru dilontarkan Yousef bin Trad Al-Saadoun, salah seorang anggota Dewan Syura Kerajaan Arab Saudi.

Yousef bin Trad Al-Saadoun membalas provokasi Netanyahu dengan usulan sinis agar Presiden AS Donald Trump dapat memindahkan warga Israel untuk pindah ke Alaska atau wilayah Greenland, jika AS berhasil menguasainya.

Opini Yousef bin Trad Al-Saadoun dimuat oleh surat kabar Arab Saudi, Okaz, serta dikutip oleh Middle East Eye, pada Jumat (9/2/2025).

 


Editor: A. Sentosa
logo