Jemaah Diimbau Tak Berlebihan Umrah Sunah, Kadaker: Jangan Sampai Pas Wukuf Malah Sakit

Jemaah Diimbau Tak Berlebihan Umrah Sunah, Kadaker: Jangan Sampai Pas Wukuf Malah Sakit

Makkah, Arina.id — Memasuki hari ke-21, Sabtu (1/6/2024), lebih dari 138 ribu atau 65 persen jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci Makkah. 

Di hari yang sama, Daker Makkah juga menerima kedatangan 7.426 jemaah dari tanah air yang tersebar dalam 19 kloter. Sementara jamaah yang datang dari kota Madinah sebanyak 4.743.

Mengingat semakin padatnya Makkah sebagai pusat pelaksanaan haji, Kepala Daerah Kerja Makkah, Khalirurrahman mengimbau kepada jamaah Haji Indonesia untuk menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri melaksanakan umrah sunnah secara berlebihan. 

“Apalagi kami mendapatkan informasi ada jamaah yang tiap hari melaksanakan umroh sunnah. Sementara prosesi puncak haji masih kurang dari hampir 2 minggu lebih,” kata Khalirrahman di Media Center Haji. Daker Makkah, Sabtu (1/6/2024).

Khalil menambahkan, yang harus diingat para jemaah datang ke tanah haram adalah untuk melaksanakan ibadah haji. "Jangan sampai mereka melaksanakan umrah secara berlebihan, dan ketika puncak haji mereka tumbang, mereka sakit, sehingga pas sampai waktu wukuf malah sakit."

“Karena itu kami mengimbau jemaah dan keluarganya agar orang tuanya diimbau umrah sunnahnya tidak berlebihan dan tidak mengganggu kesehatan,” sambung dia.

Check point ketat

Menjelang pelaksanaan puncak haji, pihak otoritas keamaan Arab Saudi terus melakukan pemeriksaan dengan ketat kepada jemaah yang menuju Makkah, termasuk bagi jemaah yang bertolak dari Madinah maupun tanah air yang mendarat di Bandara Jeddah. 

Pihak Daker Makkah mendapatkan laporan pemeriksaan di beberapa titik check point sangat ketat. Hal ini juga mengakibatkan keterlambatan sejumlah jemaah haji tiba di Makkah. 

“Kita berharap pengetatan atau checkpoint khusus untuk jamaah Haji Indonesia itu lebih dipercepat. Karena kita tahu jamaah Haji Indonesia dalam pandangan pemerintah Saudi memiliki image yang baik, yang tertib. Apalagi jamaah Haji kita juga satu-satu negara yang mendapatkan pelayan fast track,” kata Khalil

Sejauh ini, lanjut dia, pihaknya di kota Makkah belum mendapatkan permasalahan seperti yang terjadi di Bir Ali, di mana 24 calon jemaah haji yang menggunakan visa non-haji diamankan pihak keamanan Arab Saudi.

“Semoga ini tak terjadi. Sekali lagi soal persyaratan ibadah haji sebagaimana surat edaran yang disampaikan Dirjen bahwa haji itu syarat mutlaknya tasrih,” pungkas Khalil


Editor: Muhammad Zunus
logo