Kuliner Halal Yogyakarta Berpeluang Masuk Pasar Konsumsi Jemaah Haji

Kuliner Halal Yogyakarta Berpeluang Masuk Pasar Konsumsi Jemaah Haji

Yogyakarta, Arina.id—Produk pangan dan kuliner halal asal Yogyakarta berpeluang memasuki pasar konsumsi jemaah haji dan umrah di Arab Saudi. Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menilai potensi produk lokal perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kebutuhan jemaah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha daerah.

Hal tersebut disampaikan Irfan Yusuf saat membuka Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah di Yogyakarta. Kegiatan ini melibatkan 121 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menawarkan berbagai produk, mulai dari perlengkapan ibadah, fesyen muslim, kerajinan, hingga makanan dan minuman.

Menurut Irfan, Yogyakarta memiliki potensi strategis dalam pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah, terutama pada sektor industri kreatif, kerajinan, fesyen muslim, serta produk pangan dan kuliner halal.

Ia mengatakan produk lokal tidak hanya berpeluang memenuhi kebutuhan perlengkapan ibadah jemaah, tetapi juga dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi selama berada di Tanah Suci.

“Jika di kota-kota sebelumnya kita memperkuat basis rantai produksi dan logistik, maka di Yogyakarta ini kita hadir untuk memberi panggung bagi daya cipta, inovasi, dan nilai tambah produk keumatan,” ujar Irfan dalam keteranganya, Senin (26/10/2026).

Pengembangan produk pangan dan kuliner halal tersebut perlu memperhatikan kualitas serta standar produk agar dapat memenuhi kebutuhan pasar. Dengan persiapan yang tepat, pelaku UMKM daerah berpeluang memperluas jangkauan pemasaran melalui ekosistem ekonomi haji dan umrah.

121 UMKM Ikuti Expo Ekonomi Haji

Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah di Yogyakarta merupakan penyelenggaraan keempat setelah kegiatan serupa digelar di Madiun, Bali, dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Sebanyak 121 UMKM dijadwalkan mengisi stan pameran dengan beragam produk, mencakup perlengkapan haji dan umrah, fesyen muslim, produk unggulan daerah, makanan dan minuman, serta berbagai kebutuhan jemaah lainnya. Kegiatan tersebut menargetkan kehadiran 15.000 pengunjung.

Selain menjadi ruang promosi produk, expo ini dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra melalui kegiatan temu bisnis atau business matching.

Sebanyak 130 pelaku usaha atau UMKM terlibat dalam kegiatan temu bisnis tersebut. Melalui proses kurasi dan penjajakan kemitraan, para peserta diharapkan dapat menemukan peluang kerja sama serta memperluas akses pasar bagi produk mereka.

Skema tersebut menjadi salah satu upaya untuk menghubungkan potensi produksi UMKM dengan kebutuhan dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah. Bagi pelaku usaha pangan dan kuliner, kemitraan yang terbentuk dapat menjadi langkah awal untuk menjajaki pasar yang lebih luas.

Meski demikian, peluang memasuki pasar konsumsi jemaah di Arab Saudi tetap memerlukan tindak lanjut, termasuk pemenuhan standar kualitas, persyaratan produk, dan mekanisme pengadaan yang berlaku.

Menhaj Dorong Kemitraan Konkret

Dalam kesempatan tersebut, Irfan menegaskan pengembangan ekosistem ekonomi haji tidak boleh berhenti pada penyelenggaraan pameran. Potensi yang muncul dari kegiatan tersebut harus ditindaklanjuti menjadi program dan kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha.

“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan setiap potensi ditindaklanjuti menjadi program serta kemitraan yang konkret,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan expo juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman mengenai sinergi tugas dan fungsi penyelenggaraan haji dan umrah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Irfan menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta jajaran pemerintah daerah atas dukungan terhadap pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah.

Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah mendorong produk UMKM dalam negeri agar semakin berdaya saing dan memperoleh akses lebih luas ke pasar yang berkaitan dengan kebutuhan haji dan umrah.


Editor: Suci
logo