Jakarta, Arina.id - Kalau bicara penentuan, pertandingan antara Jepang vs Indonesia sore nanti, Selasa 10 Juni 2025, memang tidak menentukan posisi kedua tim lagi. Samurai Biru sudah pasti lolos ke putaran final Piala Dunia di Amerika Utara tahun depan. Sementara Timnas Garuda juga lolos putaran ke empat yang bakal dimainkan di satu tempat tujuh bulan mendatang.
Jadi, laga kedua tim yang bakal digelar di Stadion Suita Kota Osaka sore nanti bisa dibilang sebuah pembuktian. Apakah Timnas Garuda benar-benar layak lolos Piala Dunia? Dan setelah diarsiteki coach anyar, Patrick Kluivert, Tim Merah-Putih bisa membalas kekalahan dari Jepang dalam laga sebelumnya di GBK dengan sekor 0-4 pada November 2024 lalu? Jawabannya tentu sore nanti.
Meskipun laga trakhir kedua tim di fase putaran ke tiga ini tidak terlalu menentukan, namun dari perspektif lain, pertandingan itu tetap berarti bagi keduanya. Kekalahan atau seri bisa menjadi pesan buruk bagi Samurai Biru, bahwa mereka bisa tumbang atau dipaksa seri di negeri sendiri oleh tim berperingkat rendah pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Sementara bagi Indonesia sebaliknya. Kekalahan bakal menjadi pukulan berat bagi tim yang sedang terseok memperbaiki performa itu, terutama menatap putaran ke empat nanti yang bakal dikandangkan bersama tim-tim kuat lain. Sehingga kemenangan harus diraih sebab bisa menjadi booster bagi mental para pemain. Atau minal seri dalam laga pembuktian tersebut.
Kalaupun ada tekanan bagi kedua tim, maka Samurai Biru yang diasuh Hajime Moriyasu lah yang lebih tertekan ketimbang Garuda. Walau menurunkan tim kedua, kemenangan pasti menjadi target mutlak Jepang. Apalagi, pemain-pemain lapis kedua mereka tentu ingin membuktikan diri sama baiknya dengan pemain-pemain inti.
Di satu sisi, keadaan ini akan baik sekali bagi skuad Jepang, tapi di sisi lain bisa menjadi bumerang. Kalah 0-1 dari Australia adalah karena tekanan untuk menang semacam itu. Sehingga mereka tentu bakal memperbaiki tim lapis kedua pada laga sore nanti melawan Indonesia.
Di lain hal, jika Indonesia bisa mengapitalisasi tekanan yang lebih besar di pundak Jepang, bukan mustahil Garuda menjadi tim kedua setelah Australia yang mengalahkan Jepang, atau tim ketiga setelah Australia dan Arab Saudi yang menahan seri Samurai Biru selama Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Arab Saudi sendiri selama Kualifikasi Piala Dunia 2026 tidak pernah bisa mengalahkan Indonesia, bahkan menyerah 0-2 pada 19 November 2024. Sementara Australia sempat dibuat pontang panting-panting saat bermain di GBK dengan hasil seri 0-0, meskipun pada laga kandang mampu menjinakkan Garuda dengan sekor telak 4-0.
Dalam laga terakhir putaran ke tiga ini, jika Indonesia seri atau menang dan di saat bersamaan Arab Saudi dikalahkan Australia, maka Indonesia bisa berakhir di peringkat ketiga Grup C. Dengan posisi itu, Garuda akan satu grup dengan peringkat ketiga dan keempat Grup A dan B, atau sebaliknya.
Di Grup A, Qatar akan lebih sulit mengalahkan tuan rumah Uzbekistan ketimbang Uni Emirat Arab mengalahkan Kyrgyzstan walau sama-sama bermain di kandang lawan. Dalam skenario ini, UEA akan berperingkat ketiga, sedangkan Qatar berperingkat empat. Di Grup B, Oman dan Irak mungkin lolos ke putaran keempat. Tapi Palestina memiliki peluang untuk merampas jatah Oman.
Adapun untuk Klasemen Grup C saat ini sebagai berikut: Jepang di posisi pertama (20 poin), Australia posisi kedua (16 poin), Arab SAUDI ketiga (13 poin), Indonesia keempat (12 poin), Bahrain posisi ke lima (6 poin) dan China posisi buncit (6 poin). Jepang dan Australia pasti lolos putaran final, sementara Arab Saudi dan Indonesia bakal melakoni fase putaran ke empat.
Editor: Muhammad Taufiq
