Arina.id -- Pihak Amerika Serikat (AS) mengklaim sampai saat ini sudah ada lebih dari 50 negara yang mengajukan negosiasi terkait kebijakan tarif impor, yang baru saja diumumkan oleh Presiden Donald Trump.
Hal tersebut dibocorkan oleh Kevin Hassett selaku Ketua Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, hari Minggu (6/4/2025) lalu.
"Saya mendapat laporan dari (Perwakilan Dagang AS) tadi malam bahwa sudah lebih dari 50 negara berkomunikasi dengan presiden kita untuk meminta negosiasi," terang Kevin Hassett dalam sebuah wawancara di ABC News.
Pada kesempatan itu Hassett mengungkapkan bahwa banyak negara marah terhadap kebijakan tarif impor baru yang diberlakukan pemerintah AS. Akan tetapi negara-negara tersebut juga bersedia untuk membawa hal ini ke meja negosiasi.
"Mereka melakukannya karena paham mereka menanggung banyak sekali tarif," terang Hassett.
Hassett menjelaskan kebijakan tarif impor baru oleh Presiden Trump secara umum tidak akan berdampak besar bagi konsumen AS. Pasalnya banyak negara eksportir yang memiliki neraca dagang yang sangat tidak berimbang terhadap AS, dan itu sudah berjalan sangat lama.
Di sisi lain pada wawancara yang sama, Lawrence Summers mantan Menteri Keuangan AS beranggapan tarif impor baru dapat membawa dampak buruk bagi ekonomi AS.
Lawrence berpendapat hal tersebut dapat memicu kenaikan harga serta tingkat inflasi di AS. Ia menambahkan daya beli masyarakat AS juga menurun.
Terkait hal ini pemerintah Indonesia juga sudah menyiapkan sejumlah paket negosiasi yang bakal dibawa ke meja perundingan dengan AS.
Airlangga Hartarto sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI menilai jalur diplomasi dapat menjadi solusi untuk menemukan jalan keluar terhadap tarif resiprokal yang diberlakukan AS.
Namun sebelum bernegosiasi dengan AS, pihak Indonesia bakal melakukan pertemuan dengan para pemimpin ASEAN pada 10 April 2025, untuk menyamakan persepsi.
“Indonesia sendiri akan mendorong beberapa kesepakatan dan dengan beberapa negara ASEAN, menteri perdagangan juga berkomunikasi selain dengan Malaysia juga dengan Singapura, dengan Kamboja dan yang lain untuk mengkalibrasi sikap bersama ASEAN,” terang Airlangga dikutip dari Antaranews, Senin (7/4/2025).
Dalam daftar 180 negara yang dikenai tarif impor baru oleh Amerika Serikat, produk asal Indonesia mendapat beban tarif hingga 32 persen.
Editor: A. Sentosa
