Bersenjata Pisau, Militer Israel Memburu dan Menculik Bocah-bocah Gaza Lalu Mengikatnya di Pohon

Bersenjata Pisau, Militer Israel Memburu dan Menculik Bocah-bocah Gaza Lalu Mengikatnya di Pohon

Arina.id - Kekerasan yang dilakukan serdadu Israel dalam beberapa hari belakangan ini dilaporkan meningkat tajam terutama di wilayah Tepi Barat Gaza Palestina. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mendokumentasikan 13 serangan terbaru yang menyebabkan empat warga Palestina terluka, dua keluarga mengungsi, bangunan dan lahan pertanian rusak parah, Kamis (08/05/2025).​​

Menurut catatan OCHA, kekerasan oleh penjajah Zionis meningkat seiring dilakukan perluasan permukiman Israel dan penambahan pos-pos terdepan. Selama tiga pekan terakhir misalnya, sudah terjadi lima insiden, di mana penjajah Israel menculik atau menangkap warga Palestina di Provinsi Nablus, Ramallah dan Hebron.

Salah satu kasus yang sangat mengerikan terjadi di Kota Beit Furik, di timur Nablus, ketika penjajah yang bersenjatakan pisau dan batu mengejar anak-anak setempat. Dua saudara kandung yakni remaja putri berusia 13 tahun dan adik laki-lakinya yang berusia 3 tahun diculik dan kemudian ditemukan dalam kondisi terikat di pohon.

Sementara itu, kantor berita Pemerintah Gaza membuat laporan kekerasan Israel dalam angka. Catatan mereka, sejak negeri Zionis itu melancarkan genosida 19 bulan lalu, sampai saat ini sudah 100.000 ton bahan peledak dijatuhkan hingga menyebabkan lebih dari 62.000 warga Palestina hilang.

Penghitungan angka kekerasan secara statistik ini dimulai dimulai pada 7 Oktober 2023. Disebutkan bahwa pengeboman Israel menyebabkan lebih dari 62.000 warga Palestina tewas atau hilang, termasuk lebih dari 10.000 orang yang masih terperangkap di bawah reruntuhan dengan nasib yang belum diketahui.

Israel telah melakukan lebih dari 12.000 pembantaian, termasuk 11.926 terhadap anggota keluarga Palestina, yang sepenuhnya menghapus 2.200 keluarga dan 6.350 orang dari catatan sipil. Serangan tersebut juga menargetkan pemakaman, dengan pasukan Israel mencuri 2.300 jenazah dari kuburan Gaza dan mendirikan tujuh kuburan massal di dalam rumah sakit, di mana 529 di antaranya telah ditemukan sejauh ini.

Terkait krisis kesehatan, kantor tersebut melaporkan lebih dari 2,1 juta kasus penyakit menular akibat pengungsian paksa dan runtuhnya infrastruktur kesehatan Gaza, termasuk 71.338 kasus hepatitis.

Penghancuran meluas ke infrastruktur keagamaan dan kemanusiaan, dengan pasukan Israel menghancurkan 828 masjid secara total dan 167 secara sebagian, menargetkan tiga gereja, serta menghancurkan 19 dari 60 kompleks pemakaman baik secara keseluruhan atau sebagian.

Sebagai bagian dari kebijakan kelaparan, Israel menyerang 66 fasilitas bantuan, termasuk 29 dapur amal dan 37 pusat bantuan, serta memblokir 37.400 truk bantuan dan bahan bakar sejak menutup perbatasan sepenuhnya lebih dari dua bulan lalu. Tentara Israel telah melancarkan serangan militer brutal di Gaza, menewaskan hampir 52.800 orang yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, sejak 7 Oktober 2023.

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November lalu terhadap Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Kepala Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perangnya terhadap wilayah tersebut.


Editor: Muhammad Taufiq
logo