Arina.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump nampaknya ingin segera mengakhiri konflik dengan Iran dengan cara apapun, baik secara damai maupun perang. Hal ini disampaikan Mohamed Elmenshawy, seorang analis kebijakan perang yang berbasis di Washington.
Menurut dia, dalam pernyataan Trump baru-baru ini, menyiratkan ingin mengakhiri kebuntuan dengan Iran "baik melalui perdamaian maupun perang secepat mungkin", dan mungkin melancarkan serangan baru setelah pemilihan paruh waktu 3 November 2026.
"Apa yang memecah keadaan buntu ini, kondisi 'tidak ada damai, tidak ada perang', adalah apakah mencapai kemajuan dalam jalur negosiasi, atau serangan dimulai kembali," kata Elmenshawy seperti dikutip dari Aljazeera.
Ia mengatakan Trump percaya "waktu berpihak padanya", menunjuk pada "tekanan ekonomi yang ketat" terhadap Iran, termasuk blokade laut AS yang telah membatasi kemampuan Teheran untuk mengekspor minyak serta sanksi terhadap penerbangan Iran dan penutupan perbatasan darat oleh beberapa negara lain.
Elmenshawy mengatakan Teheran "harus menyadari" bahwa Trump tidak akan membiarkan konflik "tetap ditangguhkan seperti ini" dan tekanan ini harus mendorong "mediator Qatar dan Pakistan untuk menyegerakan upaya lebih keras guna menghindari jalur perang".
Trump menghadapi "tekanan dari pihak Israel untuk melancarkan serangan, dan tekanan berlawanan dari pihak Teluk Arab untuk mendorong jalur negosiasi", tambahnya. Oleh sebab itu dia menilai langkah Trump, "selanjutnya tidak dapat diprediksi", bisa saja menyerah pada salah satu dari keduanya.
Namun dalam beberapa waktu belakangan, Trump memang terus melempar ancaman perang kepada Iran dengan mengatakan kementerian pertahanan sedang mempersiapkan skema serangan. Di sisi lain, Iran nampak tidak menunjukkan rasa takut terhadap AS.
Juru bicara tentara Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), Mohammad Akraminia, mengatakan pasukan "tanpa henti meningkatkan kesiapan tempur mereka" di tengah kekhawatiran akan serangan AS. Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei juga sudah mengeluarkan perintah strategis kepada komandan senior militer.
Sementara itu di lapangan, media Iran melaporkan drone "musuh" telah menyerang dua kapal nelayan di lepas Pulau Qeshm, dengan dua nelayan terluka dan dua lainnya hilang. Dalam koflik ini, Iran berulang kali menegaskan kalau konflik baru akan damai ketika 7 syarat untuk mengakhiri perang yang diajukan Iran diterima oleh Amerika.
Apa 7 syarat Iran untuk mengakhiri perang?
Seiring upaya diplomatik untuk mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran semakin cepat, Teheran terus menuntut agar Washington memenuhi tujuh syaratnya sebelum pembicaraan damai dapat dimulai. Kepala keamanan Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa syarat-syarat tersebut meliputi:
- Mengakhiri semua tindakan militer dan permusuhan di semua front, terutama di Lebanon;
- Pelepasan dana beku Iran yang mencapai miliaran dolar AS;
- Mengakhiri blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran;
- Mengakhiri campur tangan AS dalam urusan dalam negeri Iran;
- Akhir kerja sama AS dengan "lawan revolusi kami";
- Mengakhiri semua serangan AS ke wilayah Iran.
Editor: Muhammad Taufiq
