Jakarta, Arina.id—Momen Ramadan tak hanya jadi ajang berbagi sedekah namun dimanfaatkan umat Islam untuk menghapus tato sebagai langkah awal menjadi pribadi yang lebih baik.
Program kolaborasi antara Pemkot Jakarta Pusat dan Baznas Bazis DKI Jakarta ini digelar selama dua hari sejak Rabu hingga Kamis (25-26 Februari 2026) di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta.
Proses penghapusan tato sendiri menggunakan laser, setiap peserta diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan. Setelahnya, bagi peserta juga disiapkan dokter konsultan dan melakukan anestesi sebelum pengerjaan.
Suherni (35), salah seorang warga yang ikut program ini, mengaku senang bisa mewujudkan niatnya menghapus tato secara gratis.
"Saya mengetahui layanan ini melalui instagram Baznas Bazis dan langsung mendaftar. Alhamdulilah, saya dapat kesempatan untuk menghapus tato yang ada di lengan kiri," ungkapnya.
Asissten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Asminra) Sekretaris Kota Jakarta Utara, Muhammad Andri mengatakan, layanan hapus tato gratis ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan tiga kali setahun.
Tujuannya, memberikan solusi bagi masyarakat yang ingin melakukan perubahan positif atau hijrah.
"Alhamdulillah hari ini kita adakan kembali kegiatan hapus tato yang kedua. Kita layani mereka yang berniat untuk hijrah atau berubah," katanya.
Menurutnya, hapus tato memerlukan beberapa kali sesi perawatan serta sesuai dengan ukuran gambar tato. Bahkan, hapus tato ini memerlukan biaya yang mahal apabila dilakukan secara mandiri, pada umumnya kisaran Rp 500 ribu per sentimeter.
"Memang butuh kesabaran dan konsisten. Kita berharap mereka yang sudah menghilangkan tatonya tidak berniat untuk membentuk membuat tato lagi," ucapnya.
Menurut Koordinator Baznas Bazis Jakarta Pusat, Muhammad Raja Zamzami, program hapus tato gratis ini merupakan salah satu satu implementasi penggunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang ditunaikan muzakki.
"Dana ZIS yang terhimpun dikembalikan kepada masyarakat melalui program yang bermanfaat, salah satunya layanan hapus tato gratis," ungkapnya dilansir laman Pemprov Jakarta, Jumat (27/2).
Dalam pelaksanaan program ini, jelas Zamzami, pihaknya berkolaborasi dengan Pemkot Jakarta Pusat dan Islamic Manajemen Service. Dipastikannya, warga yang ikut program ini terlayani dengan baik.
"Kami siapkan kuota 1000 orang. Mereka yang akan ingin hapus tato wajib jalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu," bebernya.
Editor: Suci
