Jakarta, Arina.id—Pengendalian harga kebutuhan pokok, penciptaan lapangan kerja, dan penanganan pengangguran masih menjadi persoalan yang dinilai belum berhasil ditangani pemerintah.
Dalam survei Poltracking Indonesia pencapaian kinerja dua tahun Prabowo-Gibran hanya 31,3 persen responden menilai pemerintah berhasil mengendalikan harga kebutuhan pokok.
Sementara itu, penanganan pengangguran dinilai berhasil oleh 33,2 persen responden. Adapun penciptaan lapangan kerja mendapat penilaian berhasil dari 33,3 persen responden.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, mengatakan persoalan harga kebutuhan pokok, pengangguran, dan lapangan kerja terus menjadi catatan dalam evaluasi pemerintahan, termasuk pada periode sebelumnya.
“Saya kira ini selalu menjadi langganan, tapi bukan hanya eksklusif di pemerintahan Prabowo-Gibran, tetapi di pemerintahan sebelumnya juga selalu rendah di tiga isu ini,” ujar Hanta dalam rilis survei nasional bertajuk Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kepuasan, Kepercayaan, dan Ekspektasi Publik, Senin (19/10/2026).
Ia merinci, penilaian keberhasilan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja hanya mencapai 33,3 persen. Sementara itu, penanganan pengangguran sebesar 33,2 persen dan pengendalian harga kebutuhan pokok 31,3 persen.
Temuan tersebut sejalan dengan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah di bidang ekonomi yang masih rendah. Dalam survei yang sama, sebanyak 36,8 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah di bidang ekonomi, sedangkan 57,8 persen menyatakan tidak puas.
Persoalan ekonomi tersebut menjadi salah satu catatan menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Harga kebutuhan sehari-hari dan kesempatan mendapatkan pekerjaan merupakan persoalan yang berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, survei Poltracking menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah secara keseluruhan mencapai 55,3 persen. Sementara itu, 40,9 persen responden menyatakan tidak puas.
Angka tersebut relatif tidak berubah dibandingkan survei Agustus 2026, ketika tingkat kepuasan publik tercatat sebesar 55,1 persen.
Survei Poltracking Indonesia dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 30 September hingga 7 Oktober 2026 terhadap 1.220 responden. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Editor: Suci
