Sampaikan Pidato di Deplu, Biden Klaim Amerika Lebih Kuat Sejak Dirinya di Gedung Putih

Sampaikan Pidato di Deplu, Biden Klaim Amerika Lebih Kuat Sejak Dirinya di Gedung Putih

Washinton DC, Arina.id — Presiden Amerika Serikat Joe Biden memberikan pembelaan atas kebijakan-kebijakan luar negeri yang ia terapkan selama menjadi orang nomor satu di Amerika. 

Biden mendaku dirinya telah berhasil membangun kembali kepemimpinan AS di panggung global, menerapkan kebijakan luar negeri yang berpusat pada hak asasi manusia, dan kemampuan menggalang aliansi sehingga AS lebih kuat, dan musuh-musuh mereka jauh lebih lemah dibandingkan sebelum ia berada di Gedung Putih.

“Dalam empat tahun ini, kita telah menghadapi krisis. Menurut pendapat saya, Amerika lebih kuat, musuh dan pesaing kita lebih lemah,” kata Biden ketika menyampaikan pidato di Departemen Luar Negeri, Senin (13/1/2025). 

 “Kita tidak (perlu) berperang untuk mewujudkan semua ini,” ujarnya menambahkan setelah mendapat tepuk tangan meriah.

Pidato Biden ini sekaligus menjadi penanda empat tahun masa jabatannya sebelum menyerahkan tampuk kekuasaanya kepada Donald Trump yang akan kembali ke Gedung Putih pada 20 Januari, pekan depan.

Presiden Amerika dari Partai Demokrat ini juga menyinggung musuh-musuh Amerika terutama China, Rusia dan Iran dalam panggung global. Ia mengatakan Amerika “memenangkan persaingan di seluruh dunia” dan secara ekonomi tidak akan dilampaui oleh China seperti yang telah diprediksi banyak orang.

"Menurut prediksi terbaru, dengan arah kebijakan China saat ini, mereka tidak akan pernah melampaui kita, titik," kata Biden.

Ia mengakui bahwa selama ini Washington membangun hubungan yang rumit dengan Beijing. Namun, hubungan tersebut tidak pernah berubah menjadi konflik selama empat tahun masa jabatannya sebagai presiden.

Sementara ketika menyinggung Rusia dan Iran, Presiden 82 tahun ini mengatakan kedua musuhnya ini telah dilemahkan oleh perang yang tanpa keterlibatan langsung AS. 

“Secara keseluruhan, Iran lebih lemah dari yang pernah terjadi selama beberapa dekade,” tambahnya, sambil menyebut runtuhnya pemerintahan Assad di Suriah. “Tidak diragukan lagi bahwa tindakan kita memberikan kontribusi yang signifikan.”

Kehadiran Biden di Departemen Luar Negeri disambut ratusan pengunjuk rasa. Mereka memadati area luar gedung dan meneriakkan “Biden sebagai penjahat perang”. Para pengunjuk rasa juga membawa poster-poster, dan sebagian demonstran melemparkan cairan merah yang dimaksudkan agar terlihat seperti darah.
 


Editor: Muhammad Zunus
logo