Jakarta, Arina.id–Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi meluncurkan program NU Scholarship, beasiswa bagi kader NU, di Gedung PBNU Jakarta, Senin (17/11/2025).
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara PBNU dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa beasiswa menjadi strategi penting untuk membangun sumber daya manusia NU yang memiliki wawasan global dan orientasi keilmuan yang kuat.
Ia menekankan pentingnya arah yang jelas dalam pembinaan kader melalui pendidikan tinggi, terutama di luar negeri.
"Beasiswa bukan hanya soal angka, tapi orientasi. Anak-anak penerima beasiswa ini mau dibawa ke mana? Mereka harus diarahkan untuk memiliki kepedulian terhadap NU dan menjadi ahli di bidangnya," ujar Gus Yahya.
Menurutnya, banyak negara muslim maupun Barat yang menyediakan beasiswa sebagai instrumen diplomasi dan penguatan soft power.
Ia mendorong NU untuk memiliki paradigma lebih komprehensif dan radikal dalam merancang arah pendidikan kader, termasuk fokus pada bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM).
Ia juga mengapresiasi capaian NU Scholarship yang telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 1.000 mahasiswa sejak 2023.
"Dalam waktu belum sampai tiga tahun bisa mengelola lebih dari seribu penerima beasiswa, ini luar biasa. Ke depan harus dikembangkan lebih baik,"tegasnya.
Program Beragam, Menjangkau Dalam dan Luar Negeri
Direktur Program NU Scholarship Muhammad Syauqillah menjelaskan bahwa NU Scholarship mengelola berbagai skema beasiswa, baik dalam negeri maupun luar negeri.
"Program ini sudah berjalan tiga tahun dan manfaatnya telah dirasakan banyak kader NU. Orientasinya tidak hanya di Indonesia, tetapi juga ke Eropa, Amerika, dan China," jelasnya.
Menurut Syauqillah, tahun 2025 program beasiswa akan lebih variatif, meliputi Beasiswa kuliah S2 dan S3 dalam dan luar negeri, Beasiswa Peradaban Islam dan Akademi Pemimpin Dunia, Peningkatan kapasitas bahasa asing, Beasiswa untuk Pagar Nusa dan Sarbumusi, Bimbel online, Beasiswa Mesir dan perguruan tinggi unggulan, Beasiswa S1 Pendidikan Anak Usia Dini, Beasiswa S1 dan S2 untuk mahasiswa Perguruan Tinggi NU (PTNU).
"Setiap jenis beasiswa memiliki kuota berbeda, mulai 10 hingga 50 penerima," jelasnya.
Baznas: Kolaborasi Strategis untuk Akses Pendidikan
Komisioner Baznas RI Imdadun Rahmat menyampaikan bahwa kemitraan dengan PBNU adalah bentuk komitmen untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi santri dan masyarakat kurang mampu.
"Program ini menjadi kebanggaan bagi kami. Kolaborasi dengan organisasi besar seperti NU sangat istimewa dan memiliki dampak sosial besar di masa depan," ujarnya.
Ia berharap kerja sama ini dapat memperluas kesempatan bagi kader muda NU yang berprestasi untuk menjadi agen perubahan bagi masyarakat.
"Program ini upaya bersama memberikan akses pendidik. Tinggi bagi santri, kaum dhuafa, mereka miliki prestasi dan kemampuan untuk memberikan efek sosial yang besar di masa mendatang," tandasnya.
Editor: Kendi Setiawan
