Majelis Hukama Muslimin Tegaskan Budaya Dialog dan Literasi Digital Kunci Ketahanan Keluarga

Majelis Hukama Muslimin Tegaskan Budaya Dialog dan Literasi Digital Kunci Ketahanan Keluarga

Jakarta, Arina.id—Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya media sosial, banyak konflik keluarga berawal dari miskomunikasi dan hoaks digital. Karena itu, membangun budaya dialog dan memperkuat literasi digital dinilai menjadi kunci ketahanan keluarga.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Majelis Hukama Muslimin (MHM) kantor cabang Indonesia Muchlis M Hanafi dalam sebuah forum Refleksi Ramadan bertema Ketahanan Keluarga sebagai Pilar Peradaban di Jakarta, Senin (2/3/2026). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat peran keluarga sebagai basis harmoni sosial dan perdamaian. Forum memandang bahwa keluarga bukan hanya institusi privat, melainkan institusi strategis yang menentukan arah masa depan masyarakat dan bangsa.

"Ketahanan keluarga adalah benteng pertama dari berbagai krisis sosial. Dari rumah yang sakinah lahir generasi yang moderat, toleran, dan berintegritas,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Ramadan menghadirkan momentum pembaruan spiritual yang relevan untuk memperkuat fondasi keluarga. Puasa melatih pengendalian diri, tarawih menumbuhkan kebersamaan, dan sedekah menguatkan solidaritas sosial. 

"Nilai-nilai ini lah yang semestinya hidup dan mengakar dalam keluarga," tegasnya.

Forum tersebut juga menggarisbawahi pentingnya membangun budaya dialog dalam rumah tangga, memperkuat literasi digital keluarga, serta menanamkan nilai rahmah dan moderasi beragama sejak dini. 

"Keluarga dipandang sebagai ruang pertama pendidikan karakter dan persemaian nilai perdamaian," ungkapnya.

Sebagai lembaga yang berkomitmen pada penguatan harmoni dan persaudaraan kemanusiaan, Majelis Hukama Muslimin akan terus mendorong program-program yang menempatkan keluarga sebagai pusat transformasi sosial. 

Refleksi Ramadan ini menjadi langkah awal konsolidasi gagasan untuk penguatan ketahanan keluarga sebagai agenda strategis ke depan.

"Ramadan bukan hanya momentum ibadah individual, tetapi juga saat yang tepat untuk merekatkan kembali relasi dalam keluarga, memperkuat komunikasi, dan membangun keteladanan nilai di tengah tantangan zaman," tandas Muchlis.


Editor: Suci
logo