Pengawasan Kehalalan Produk Impor dari China Bakal Diperketat

Pengawasan Kehalalan Produk Impor dari China Bakal Diperketat

Arina.id - Untuk menjamin kehalalan produk impor dari China, ke depan pengawasannya bakal diperketat. Ini merupakan hasil pertemuan antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing.

Kedua institusi bersepakat bakal memperkuat pengawasan kehalalan produk impor dari China. Hal itu disampaikan Deputi Bidang Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal BPJPH Chuzaemi Abidin, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 14 Oktober 2025.

Chuzaemi mengatakan, sinergi ini untuk memastikan produk bersertifikat halal asal Tiongkok yang beredar di Indonesia tetap konsisten memenuhi standar yang telah ditetapkan, dari hulu ke hilir.

"Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kuat BPJPH dalam melindungi dan menjaga kenyamanan konsumen Muslim di Indonesia," kata Chuzaemi, seperti dikutip dari Antara.

Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa tindakan konkret perlu diambil untuk menjaga kehalalan produk China, yang telah mengantongi sertifikat halal Indonesia.

"Konsistensi terhadap implementasi sistem jaminan produk halal mulai dari hulu hingga hilir harus terjamin, sehingga produk yang dihasilkan benar benar terjaga kehalalannya dan masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim tidak ragu untuk mengonsumsinya," ujar Chuzaemi.

Sementara itu, Wakil Kepala Perwakilan/DCM KBRI Beijing Parulian Silalahi pun menyambut baik langkah tersebut dan menyatakan kesiapan perwakilan untuk mendorong dan mengawal kepastian produk halal asal Tiongkok yang dikirim ke Indonesia memenuhi standar kehalalan untuk mewujudkan kenyamanan dan keamanan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, ia mengatakan dalam waktu dekat, Tim Pengawas Jaminan Produk Halal (JPH) BPJPH bersama perwakilan KBRI Beijing akan melakukan pengawasan yang lebih mendalam di beberapa lokasi pelaku usaha di Tiongkok.

"Fokus pengawasan termasuk pada lokasi produksi, rantai pasok serta rumah potong hewan yang tersebar di beberapa provinsi di Tiongkok," kata dia.


Editor: Muhammad Taufiq
logo