Inggris, Portugal, Kanada dan Australia Akui Negara Palestina

Inggris, Portugal, Kanada dan Australia Akui Negara Palestina

Jakarta, Arina.id—Gelombang pengakuan internasional terhadap Palestina menarik perhatian dunia. Terbaru Kanada, Inggris, Australia, dan Portugal resmi mengakui eksistensi negara Palestina.

Bergabungnya sekutu AS ini menambah deretan 145 dari 193 negara anggota PBB yang meminta negara Palestina diakui sebagai negara berdaulat. Masih ada sedikitnya 44 negara yang tidak mengakui Palestina.

Presiden Mahmoud Abbas menyambut baik langkah tersebut. Pengakuan hak rakyat Palestina atas penentuan nasib sendiri, kebebasan, dan kemerdekaan membuka jalan bagi penerapan solusi dua negara, yang memungkinkan Negara Palestina untuk hidup berdampingan dengan Negara Israel dalam keamanan, perdamaian, dan hubungan bertetangga yang baik.

"Prioritas saat ini adalah mengamankan gencatan senjata, mendatangkan bantuan kemanusiaan, membebaskan semua sandera dan tahanan, memastikan penarikan penuh Israel dari Jalur Gaza," kata Mahmoud dilansir Kantor Berita WAFA.

Para analis mengatakan pengakuan ini merupakan langkah kecil dan simbolis dalam penghinaan, pembunuhan, dan pengusiran ratusan ribu warga Palestina yang sedang berlangsung, meskipun tindakan ini memiliki bobot tertentu.

"Pengakuan penting dalam kasus ini karena sekutu dekat AS sejauh ini menundanya hingga sehari setelah perjanjian yang dinegosiasikan," ujar Rida Abu Rass, seorang ilmuwan politik Palestina dilansir Al Jazeera.

"Pengakuan penting dalam kasus ini karena sekutu dekat AS sejauh ini menundanya hingga sehari setelah perjanjian yang dinegosiasikan," ujar Rida Abu Rass, seorang ilmuwan politik Palestina.

"Ini penting karena negara-negara ini telah memisahkan diri. Dalam hal dampaknya, Israel semakin terisolasi, dan saya pikir itu bermakna."

Meski mereka skeptis bahwa pengakuan tersebut dapat memperbaiki kondisi material warga Palestina yang saat ini menderita akibat agresi Israel.

"Meski begitu, pengakuan tersebut berarti bahwa ketiga negara kini dapat membuat perjanjian dengan pemerintah Palestina dan dapat menunjuk duta besar penuh," tuturnya.

Sebelumnya, pengakuan Kanada atas negara Palestina diumumkan Perdana Menteri Mark Carney. la turut membagikan pernyataan tersebut lewat akun Platform X-nya.

"Kanada mengakui negara Palestina dan menawarkan kemitraan kami dalam membangun janji masa depan yang damai bagi Negara Palestina dan Negara Israel," kata Carney dalam pernyataannya.

Berbarengan dengan kedua negara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese turut mengumumkan pengakuan negara Palestina.

"Secara efektif hari ini, Ahad, 21 September 2025, Australia secara resmi mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Negara Palestina," ujar Albanese dalam pernyataannya.

Teranyar, Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Rangel juga mengumumkan negaranya kini resmi mengakui negara Palestina.

"Pengakuan atas negara Palestina merupakan wujud dari garis kebijakan luar negeri Portugal yang mendasar dan konsisten," ujar Rangel di New York, Amerika Serikat.

Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan pada Sabtu sore bahwa setidaknya 65.283 orang telah tewas dan 166.575 lainnya terluka oleh tentara Israel sejak dimulainya perang pada Oktober 2023.

Dikatakan sedikitnya empat kematian lagi akibat kelaparan dan paceklik yang disebabkan Israel tercatat selama satu hari terakhir, sehingga jumlah total korban tewas menjadi 440 orang, termasuk 147 anak-anak.


Editor: Muhammad Taufiq
logo