Jakarta, Arina.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan petir, gelombang tinggi hingga 4 meter, serta banjir pesisir di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu (10/10/2026).
Prakirawan BMKG Rana Hanifah menyampaikan bahwa meskipun cuaca kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia, hujan lebat tetap berpotensi terjadi secara lokal. Masyarakat juga diminta mewaspadai risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Untuk wilayah Kalimantan, waspadai potensi hujan petir di Tanjung Selor, kemudian hujan ringan di Pontianak dan Samarinda, serta asap atau kabut di Palangkaraya dan Banjarmasin,” ujar Rana dalam tayangan informasi cuaca BMKG yang berlaku untuk Sabtu (10/10/2026).
Di Pulau Sumatra, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Palembang. Sementara itu, hujan ringan diprakirakan mengguyur Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, dan Pangkal Pinang.
Adapun Banda Aceh berpotensi mengalami cuaca berawan tebal dan Bandar Lampung berpotensi berkabut.
Di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hujan ringan berpotensi terjadi di Serang, Jakarta, dan Bandung. Sementara itu, cuaca cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Semarang, Yogyakarta, Mataram, dan Kupang. Wilayah Surabaya berpotensi mengalami kabut.
Di Kalimantan, selain hujan petir di Tanjung Selor, hujan ringan berpotensi terjadi di Pontianak dan Samarinda. Adapun Palangkaraya dan Banjarmasin berpotensi mengalami kondisi berasap atau berkabut.
Untuk wilayah Sulawesi, hujan ringan berpotensi mengguyur Mamuju. Sementara itu, Makassar, Kendari, Gorontalo, dan Manado diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan tebal. Kota Palu berpotensi mengalami kondisi berasap atau berkabut.
Di wilayah Maluku dan Papua, hujan ringan berpotensi terjadi di Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya. Cuaca berawan tebal diprakirakan terjadi di Ternate, sedangkan Ambon dan Merauke berpotensi berkabut. Adapun Sorong berpotensi mengalami kondisi berasap atau berkabut.
Waspada Gelombang Tinggi dan Banjir Pesisir
Rana juga mengingatkan nelayan dan pengguna transportasi laut untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5–4 meter.
Gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Lampung, perairan selatan Banten, hingga perairan selatan Jawa Barat sampai Nusa Tenggara Barat (NTB).
Selain itu, masyarakat pesisir diminta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang surut air laut karena terdapat potensi banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah.
Wilayah yang perlu mewaspadai potensi rob meliputi Sumatra Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Maluku.
Sirkulasi Siklonik Berpotensi Tingkatkan Hujan
Rana menjelaskan bahwa sirkulasi siklonik atau pusaran angin terpantau berada di wilayah Filipina dan Samudra Pasifik utara Papua. Kondisi tersebut memicu perlambatan angin dan konvergensi atau pertemuan angin di sejumlah perairan, yakni Laut China Selatan, Laut Sulu, Laut Sulawesi, Laut Halmahera, dan Samudra Pasifik utara Papua.
Konvergensi juga diprakirakan terjadi di Samudra Hindia barat Aceh, Laut Sulu hingga Laut Sulawesi, serta Laut China Selatan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.
BMKG turut mengingatkan pengguna transportasi udara untuk mewaspadai potensi hujan dan awan cumulonimbus di sebagian besar wilayah Sumatera, mulai dari Aceh hingga Jambi, Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, dan Kepulauan Mentawai.
Potensi serupa juga perlu diwaspadai di Selat Malaka bagian utara dan tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Samudra Pasifik utara, Maluku, Papua, Papua Tengah, dan Pegunungan Papua.
Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan udara diimbau memantau informasi cuaca terbaru dari bandara dan maskapai penerbangan.
Rana mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan kondisi cuaca serta memantau informasi terkini melalui kanal resmi BMKG. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, kekeringan, dan karhutla meskipun cuaca kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia.
Editor: Kendi Setiawan
