Banjir Parah Menyapu Wilayah Pusat Vietnam, 90 Orang Dilaporkan Tewas

Banjir Parah Menyapu Wilayah Pusat Vietnam, 90 Orang Dilaporkan Tewas

Arina.id - Banjir parah menyapu wilayah dataran tengah Vietnam setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejak Jumat, 21 November 2025. Setidaknya 90 orang dilaporkan tewas dan 12 orang lainnya hilang setelah banjir menerjang.

Departemen Urusan Penanganan Bencana Alam Vietnam, melaporkan banjir melanda hampir di seluruh wilayah tengah dan menyebabkan kerusakan besar dengan kerugian ekonomi mencapai lebih dari USD 341 juta.

Seperti dilaporkan VnExpress, banjir menerjang sejumlah provinsi di negeri berjuluk Naga Biru itu. Jumlah korban tertinggi mencapai 63 orang dilaporkan ada di Provinsi Dak Lak. Kemudian di kota pesisir Nha Trang Provinsi Khanh Hoa melaporkan 14 kematian. 

Lalu wilayah Lam Dong telah mengkonfirmasi 5 kematian, di wilayah Gia Lai ada 3 korban meninggal, lalu wilayah Hue dan Da Nang masing-masing 2 orang tewas, lalu di wilayah Quang Tri ada 1 orang meninggal.

Banjir menyebabkan 1.154 rumah warga rusak, menghanyutkan kendaraan warga, merendam jalan raya sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan akibat tingginya air. Di sejumlah wilayah juga dilaporkan terjadi longsor.

Banjir juga menyebabkan listrik mati, mempengaruhi nasib 1,2 juta rumah tangga pada puncak bencana. Pada Minggu kemarin, 23 November 2025, sebanyak 257.000 rumah warga tanpa teraliri listrik, menyebabkan internet dan smartphone mati. 

Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh memerintahkan agar segera dicari solusi mengatasi banjir parah dan bencana alam lainnya yang mempengaruhi provinsi pusat, demikian dilaporkan Vietnam News.

Pemerintah Vietnam telah mengalokasikan bantuan darurat sebesar 700 milyar Vietnamase Dong (USD 26,6 juta) untuk mendukung upaya pemulihan di daerah paling parah.

Pihak berwenang mengatakan, personel militer dan polisi telah ditugaskan untuk menanggapi bencana tersebut. Mereka melaporkan, bersama 90 manusia itu, sebanyak 3,24 juta ternak dan unggas telah mati hanyut tersapu banjir.


Editor: Muhammad Taufiq
logo