UIN Gus Dur Raih Rekor MURI Penulisan 1.833 Esai Moderasi Beragama

UIN Gus Dur Raih Rekor MURI Penulisan 1.833 Esai Moderasi Beragama

Pekalongan, Arina.id–Universitas Islam Negeri (UIN) KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan atau yang dikenal sebagai UIN Gus Dur meraih Rekor MURI untuk kategori “Penulisan Esai Moderasi Beragama oleh Sivitas Akademika Terbanyak dari Satu Perguruan Tinggi”.

Sebanyak 1.833 esai lahir dari tangan mahasiswa baru. Angka ini bukan sekadar jumlah, tetapi menjadi simbol gerakan literasi yang berakar kuat di kampus muda di Kota Batik tersebut.

"Ini bukan lomba, bukan sekadar tugas. Ini adalah gerakan bersama yang tumbuh dari semangat literasi dan komitmen pada moderasi beragama,” demikian narasi yang tertuang dalam tayangan video di akun Instagram Instagram LPM Almizan diakses Kamis (21/8/2025).

Pihak MURI melalui Ari Andriyani menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan dedikasi UIN Gus Dur.

"Rekor ini menjadi catatan penting bagi dunia pendidikan tinggi Indonesia. UIN Gus Dur Pekalongan berhasil menggerakkan ribuan sivitas akademika baik dari unsur dosen (pendidik), tenaga kependidikan dan tentunya mahasiswa untuk berkontribusi melalui karya tulis, yang tentunya berdampak positif bagi penguatan literasi moderasi beragama,” ujarnya.

Langkah Literasi dari Kampus Gus Dur
Capaian ini juga tidak lepas dari peran aktif unit kegiatan mahasiswa dalam mendukung gerakan literasi di kampus. Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al Mizan bersama Hijratuna turut ambil bagian sebagai tim editor yang mengawal proses seleksi dan penyuntingan ribuan naskah esai, sehingga karya sivitas akademika dapat tersaji dengan rapi dan memenuhi standar publikasi.

Naskah-naskah esai yang terkumpul dipilah, ditata, dan disusun menjadi sebuah “kain besar” literasi yang mewakili suara kampus.

Setiap tulisan merefleksikan komitmen sivitas akademika dalam merawat nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan kemanusiaan. Proses kreatif ini sekaligus menjadi langkah awal UIN Gus Dur untuk menorehkan sejarah literasi yang berkelanjutan.

Rektor UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof Zaenal Mustakim memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat.

"Budaya menulis, khususnya terkait moderasi beragama, telah tumbuh dan terus berlangsung. Saya bangga atas nama seluruh sivitas akademika. Teruslah berkarya, teruslah menulis, dan jadilah pemimpin dalam menggerakkan moderasi beragama, baik di kampus kita tercinta maupun di bumi Nusantara ini,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Prof Hj Shinta Dewi Rismawati menyebut prestasi ini sebagai inspirasi bagi seluruh sivitas akademika.

“Rekor MURI ini dicapai melalui penulisan esai moderasi beragama oleh jumlah peserta terbanyak dari satu perguruan tinggi. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi meneguhkan nilai-nilai moderasi, toleransi, serta kemanusiaan, baik di kampus maupun di masyarakat luas,” tuturnya.

Lebih dari sekadar penghargaan, capaian ini menandai 1.833 langkah pertama UIN Gus Dur dalam jalan literasi. Setiap esai yang ditulis menjadi jejak yang tidak hanya ditulis, tetapi juga dijaga, dicintai, dan diwariskan untuk generasi mendatang.

Dengan pencapaian ini, UIN Gus Dur Pekalongan menegaskan diri sebagai kampus yang tidak hanya mencetak intelektual, tetapi juga penggerak moderasi beragama di Indonesia.


Editor: Kendi Setiawan
logo