Ini yang Bakal Terjadi Setelah Operasionalisasi TikTok di Amerika Dijual ke AS

Ini yang Bakal Terjadi Setelah Operasionalisasi TikTok di Amerika Dijual ke AS

Arina.id - Pekan lalu TikTok meneken kesepakatan untuk menjual operasinya di AS kepada perusahaan patungan baru yang dipimpin Amerika, yang melibatkan termasuk raksasa teknologi Oracle. Langkah itu diambil untuk mengamankan masa depan aplikasi tersebut di AS.

Amerika sebelumnya selalu mempersoalkan eksistensi TikTok di sana. Platform media sosial buatan China, salah satu seteru besar Amerika dibidang industri tersebut dituduh mencuri data warga Amerika dan digunakan untuk kepentingan mata-mata. 

Amerika bahkan pada 2024 mengesahkan undang-undang, yang mewajibkan ByteDance, perusahaan induk TikTok asal China, melepas 80 persen asetnya di AS. Jika tidak, aplikasi tersebut akan dilarang penggunaannya di seluruh AS. 

Setelah drama panjang pengelolaan TikTok di Amerika tersebut, pekan lalu akhirnya transaksi antara perusahaan dengan AS diteken. 

Setelah kesepakatan tersebut, seperti dikutip dari Anadolu, China menyatakan mereka berharap ada solusi yang sesuai hukum negara itu dan kepentingan yang seimbang setelah pengelolaan TikTok diserahkan ke Amerika Serikat.

Hal itu seperti disampaikan juru bicara Kementerian Perdagangan China He Yongqian pada Kamis, 26 Desember 2025. Dia mengatakan konsensus tersebut sesuai dengan pembicaraan telepon kedua kepala negara.

Tim ekonomi dan perdagangan kedua pihak sebelumnya menyepakati kerangka dasar untuk menyelesaikan masalah TikTok melalui kerja sama yang saling menghormati dan konsultasi setara.

He mengatakan dirinya berharap AS bisa bekerja searah dengan China, menunaikan kewajiban secara sungguh-sungguh, menciptakan lingkungan bisnis yang "adil, terbuka, transparan, dan nondiskriminatif" bagi perusahaan China.

AS juga diharapkan dapat mendukung hubungan perdagangan dan ekonomi bilateral yang "stabil, sehat, dan berkelanjutan."


Editor: Muhammad Taufiq
logo