Arina.id. Banjir di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, terjadi pada Sabtu, (21/12/2024) dini hari, hingga menyebabkan 1 orang hilang dan kerusakan berbagai fasilitas. Simak update terbaru hari ini.
Mengutip laman Facebook Badan Nasional Penanggulangan Bencana, bencana banjir di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dialami pada hari Sabtu, (21/12), pukul 07.00 WITA.
Banjir di Kabupaten Soppeng diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah ini sejak hari Kamis, (19/12).
Situasi tersebut membuat luapan sungai di berbagai kecamatan di Kabupaten Soppeng. Kemudian hujan deras turut mempengaruhi terjadinya tanah longsor di beberapa titik lokasi.
Berikut adalah daftar kecamatan yang terdampak banjir di Kabupaten Soppeng seperti mengutip akun Facebook Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang sudah terverifikasi:
1. Kecamatan Lalabata (Desa Macille, Kelurahan Ompo, Kelurahan Salokaraja, Desa Mattabulu, dan Desa Umpungeng mengalami dampak besar akibat luapan sungai.
2. Kecamatan Donri-Donri (Desa Kessing, Desa Totong, Desa Leworeng, Desa Lalabata Riaja, dan Desa Donri2.
3. Kecamatan Liliriaja (Kelurahan Appanang terdampak banjir yang cukup parah.
4. Kecamatan Ganra (Desa Belo dan Desa Ganra).
5. Kecamatan Marioriwawo (Desa Soga dan Desa Watu terendam banjir).
6. Kecamatan Lilirilau (Kelurahan Macanre mengalami dampak signifikan).
7. Kecamatan Marioriawa (Desa Bulue mengalami terjangan banjir.
Update Terbaru Hari Ini Banjir di Kabupaten Soppeng
Antaranews pada Senin, 23 Desember 2024, melaporkan Tim Rescue Basarnas Makassar terus melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak kondisi cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan.
Salah satu titik fokus melakukan evakuasi adalah Kabupaten Soppeng. Kemudian Kota Makassar, Kabupaten Maros, serta Kabupaten Barru.
"Sedikitnya kami menurunkan enam tim untuk melakukan evakuasi warga terdampak banjir di sejumlah titik banjir di Makassar dan sekitarnya," ungkap Muh Arif Anwar, Kepala Kantor Basarnas Makassar.
Kabupaten Soppeng, Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Barru menjadi wilayah paling terdampak cuaca ekstrem setelah terjadi hujan yang terus mengguyur.
Sementara Amson Padolo, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Selatan, menegaskan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah mengeluarkan peringatan dini selama tanggal 18-22 Desember 2024 untuk berbagai wilayah.
"Memang hujan deras dari jam 4 subuh, (Sabtu, red), dan sudah ada peringatan dini dari BMKG terkait sejumlah daerah yang terdampak cuaca buruk termasuk banjir, apalagi di daerah poros itu kan ada dekat dengan lautan. Jadi pada saat pasang, air masuk ke jalan poros itu," ujar Amson Padolo, seperti dikutip RRI.co.id.
Daerah yang terdampak banjir di antaranya Barru, Soppeng, Makassar, Bone, dan Gowa. Tujuh kecamatan terendam banjir di Kabupaten Soppeng. Satu rumah terbawa arus dan seorang warga masih belum ditemukan dan dalam proses pencarian.
"Soppeng dilaporan ada tujuh kecamatan terendam banjir, dan ada satu warga dilaporkan sedang dalam pencarian. Semen di Makassar, banjir terjadi di beberapa lokasi di antaranya kawasan Pacerakkang, BTP, dan Antang. Lokasi-lokasi tersebut merupakan wilayah langganan banjir akibat kondisi geografisnya yang rendah," tambah Amson.
Editor: Abdul Fatah
