Jakarta, Arina.id - Sebuah mobil Daihatsu GranMax diduga milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nyelonong ke halaman SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, hingga menabrak siswa serta guru yang sedang berkumpul kegiatan literasi di halaman sekolah.
Peristiwa ini pertama kali diunggah melalui akun Instagram @jakut.info. Terlihat sejumlah siswa terpental dan tergeletak setelah ditabrak. Situasi ini menyita perhatian dan menimbulkan kepanikan masyarakat.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri melaporkan terjadi kelalaian sopir Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengakibatkan Luka berat dan luka ringan siswa SDN 01 Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilincing Jakarta Utara pada Kamis (11/12/2025) pukul 06.39 WIB.
Kronologi bermula ketika para siswa-siswi sedang di lapangan SDN 01 Kalibaru untuk mengikuti kegiatan Literasi membaca, kemudian tiba-tiba masuk mobil MBG dengan menabrak/menerobos Pagar pintu SD sehingga menabrak siswa-siswi tersebut yang ada dilapangan.
"Korban siswa 20 orang siswa dan 1 guru yang ditabrak ada di RSUD Cilincing. Sopir saat ini diamankan jajaran Polsek Cilincing Jakarta Utara," ungkapnya.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan bahwa beban tersebut sepenuhnya berada di pundak pengemudi dan perusahaan pemilik kendaraan, bukan pemerintah.
"Ya tentunya, siapa pun driver-nya, perusahaan itu yang harus tanggung jawab. Tidak mungkin kemudian pemerintah Jakarta harus mengurus sampai orang menyetir dan sebagainya," kata Pramono dilansir laman Pemprov Jakarta.
Ia meminta agar rumah sakit memberikan dukungan penuh bagi pemulihan kesehatan para korban. Gubernur berharap kondisi para korban segera tertangani sehingga tidak semakin parah.
Pram menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menanggung penuh biaya perawatan dan kesehatan para korban.
"Tadi saya sudah menyampaikan kepada dua Direktur RSUD, termasuk kemudian juga kepada Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, biaya sepenuhnya ditanggung Pemerintah DKI Jakarta," kata Pram.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Murniasih Hutapea menyampaikan, saat ini korban tertabrak mobil MBG yang sudah mendapatkan perawatan berjumlah 21 orang, terdiri dari 20 pelajar dan satu guru.
"Puluhan korban kita larikan ke RSUD Cilincing dan puskesmas. Sementara lima korban lain kita larikan ke RSUD Koja untuk mendapatkan perawatan intensif," ujarnya.
Guru SDN 01 Kalibaru, Tedy menerangkan, kejadian ini terjadi sekitar pukul 07.00 saat ratusan anak tengah berkumpul di lapangan untuk mengikuti kegiatan literasi yang rutin digelar setiap Kamis.
Seketika itu, terdengar suara gerbang roboh dan mobil yang membawa MBG. Mobil tersebut tiba-tiba langsung menerobos masuk ke dalam lapangan sekolah ketika para pelajar sedang duduk.
"Kita langsung mengevakuasi anak-anak, karena ada yang terlindas. Sopir juga langsung kita amankan. Semua pelajar sudah dilarikan ke RSUD," katanya menandaskan.
Editor: Muhammad Taufiq
