Mojokerto, Arina.id. Seluruh jalur pendakian Gunung Penanggungan di Mojokerto, Jawa Timur, mulai ditutup sementara pada Senin, 9 Desember 2024. Jalur pendakian Gunung Penanggungan yang ditutup meliputi Kedungudi, Tamiajeng, Seloliman, Genting, Telogo, Wonosunyo, dan Duyung,
Penutupan terhadap jalur pendakian Gunung Penanggungan dilakukan karena terjadinya cuaca ekstrem musim penghujan.
ZIA (17 tahun), seorang pendaki asal Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, meninggal dunia akibat terseret arus air hujan ketika perjalanan pulang.
Menurut laporan RRI.co.id, ZIA naik ke puncak Bekel, anak Gunung Penanggungan, pada hari Jumat (6/12/2024). Kepala Pemangkuan Hutan (KRPH) Trawas, Sukirno, menyebutkan semua jalur pendakian kini ditutup.
"Penutupan dilakukan sejak Jumat, Yakni bertepatan dengan kejadian hilangnya seorang pendaki dalam perjalanan turun," kata Sukirno.
"Semua jalur pendakian di Gunung Penanggungan ditutup. Yakni jalur pendakkian via Kedungudi, Tamiajeng, Seloliman, Genting, Telogo, Wonosunyo, dan Duyung," tambahnya.
Jalur Pendakian Gunung Penanggungan
Berikut adalah daftar jalur pendakian Gunung Penanggungan yang meliputi 5 rute:
Kedungudi
Jalur pendakian Gunung Penanggungan via Kedungudi bisa ditemukan di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Jika pendaki lewat jalur Kedungudi, nantinya bakal bertemu dengan yang melewati jalur Jolotundo. Letaknya di situs Candi Sinta dan Candi Naga II.
Tamiajeng
Jalur pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng disebut-sebut sebagai yang favorit. Jaraknya sangat pendek untuk menuju puncak Gunung Penanggungan.
Wonosunyo
Jalur pendakian Gunung Penanggungan via Wonosunyo bisa dilewati pendaki di Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Jalur ini berada di sisi timur Gunung Penanggungan. Pendaki bisa menemukan situs candi Sumber Tetek.
Jolotundo
Pendaki yang memanfaatkan jalur Jolotundo bakal berada di barat Gunung Penanggungan. Arah tempuh dari Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Jalur ini termasuk bersejarah dan melewati berbagai macam situs candi. Di antaranya Candi Pura, Candi Bayi, Candi Putri, Candi Sinta, dan Candi Gentong.
Editor: Abdul Fatah
