Arina.id. Richard Grenell ditunjuk menjadi utusan misi khusus oleh Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump. Penasihat kebijakan luar negeri itu dikatakan bakal menghadapi tantangan paling berat.
Pengumuman penunjukan langsung Richard Grenell selaku utusan misi khusus dilakukan Donald Trump via media sosial pribadinya, Truth Social.
Trump menjelaskan, Richard Grenell nantinya bakal ditugaskan di sejumlah negara yang dianggap wilayah "panas", seperti Venezuela dan Korea Utara.
"Dengan bangga saya umumkan Richard Allen Grenell sebagai Utusan Presiden untuk Misi Khusus. Ric (Richard Grenell) akan bekerja di beberapa tempat terpanas di seluruh dunia, termasuk Venezuela dan Korea Utara," tulis Trump pada Minggu, 15 Desember 2024.
Donald Trump kemudian menjelaskan pengalaman Richard Grenell yang pernah menjadi Duta Besar Amerika Serikat untuk Jerman hingga mengemban jabatan strategis lainnya.
"Pada masa jabatan pertama saya, Ric adalah Duta Besar Amerika Serikat untuk Jerman, Penjabat Direktur Intelijen Nasional, dan Utusan Presiden untuk Perundingan Kosovo-Serbia.
"Sebelumnya, ia menghabiskan delapan tahun di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, bekerja dengan Korea Utara, dan perkembangan di berbagai Negara lainnya," kata Trump.
"Ric memiliki gelar B.A. dari Evangel College dan M.P.A. dari Harvard. Ric akan terus memperjuangkan perdamaian melalui kekuatan dan selalu mengutamakan Amerika," tambahnya.
Sepak Terjang Richard Grenell & Kaitannya dengan Trump
Mengutip laman NPR, Richard Grenell bakal mengemban tugas dalam membantu pemerintahan Donald Trump. Ia disebutkan akan menghadapi beberapa tantangan kebijakan luar negeri yang paling berat.
Sama seperti yang disebutkan Presiden AS terpilih, Richard Grenell pernah dipercaya sebagai duta besar untuk Jerman pada masa pemerintahan Trump yang pertama.
Grenell juga menjadi utusan khusus presiden untuk negosiasi perdamaian Serbia dan Kosovo. Belum lagi jabatan Direktur Intelijen Nasional.
Bahkan, Grenell disebut-sebut menjadi calon kuat Menteri Luar Negeri AS. Akan tetapi, Trump akhirnya memilih Senator asal Florida, Marco Rubio.
Menurut pemberitaan AP News, Grenell masih tetap dekat dengan Trump meskipun telah meninggalkan jabatan pada tahun 2021 silam. Ia juga kerap menjadi penasihat utama kebijakan luar negeri.
Grenell pernah mengatakan "inilah saatnya untuk mengutamakan Amerika" di panggung global pada saat Konvensi Nasional Partai Republik. Ia kala itu sembari menegaskan bahwa Tiongkok dan Rusia telah memandang era Presiden Joe Biden sebagai pemerintahan yang dinilai lemah.
Editor: Abdul Fatah
