Patrick Kluivert, 48 tahun, langsung mencuri perhatian. Postingan Fabrizio Romano sebabnya. Pakar transfer asal Italia ini mengunggah kabar bekas pemain Barcelona itu sebagai pengganti Shin Tae-yong, yang beberapa jam sebelumnya resmi diberhentikan PSSI.
"Patrick Kluivert segera meneken kontrak menjadi pelatih timnas Indonesia, kesepakatan tercapai. (Durasi) dua tahun plus dua tahun, dengan presentasi pada 12 Januari di Indonesia. Targetnya adalah lolos dari kualifikasi Piala Dunia," begitu cuitannya di akun X-nya, dulunya Twitter, Senin.
Kluivert tentu saja banyak dikenal sebagai pemain sepak bola andal. Kehebatannya pertama kali dikenal dalam pertandingan final Liga Champions, pada 1995 di Wina, Austria. Kala itu, AC Milan sebagai raksasa sepak bola Eropa bertanding melawan Ajax – asuhan Loius van Gaal yang berisi pemain-pemain muda.
Laga yang ketat. Tak ada satu gol pun yang tercetak, Van Gaal memanggil salah satu pemain cadangannya, Kluivert – yang saat baru berusia 18 tahun. “Louis menyuruh saya untuk bersiap masuk lapangan,” katanya.
Saat bersiap masuk lapangan, mulut Van Gaal nyerocos memberikan perintah yang harus dilakukannya di lapangan. “Tapi saya tak ingat apa yang dia sampaikan,” kata Kluivert dua puluh tahun kemudian dalam sebuah wawancara.
Satu yang masih diingatnya dengan baik sampai kini adalah golnya pada menit ke 85 yang kemudian membuat Ajax menjadi juara Liga Champions. Juga melambungkan namanya.
Karirenya terang benderang. Bermain di Barcelona, menjadi puncak kesuksesannya. Di sana, dia berpasangan dengan Rivaldo mengantar klub itu menjadi juara La Liga pada 1999. Nama Kluivert harum di Camp Nou dengan torehan 124 gol dari 249 kali bermain.
Berseragam De Oranje, Kluivert pun hebat. Dari 1994 hingga 2004 dia membuat 40 gol dalam 79 penampilan. Jumlah gol itu membuatnya menjadi salah satu top skor di timnas Belanda. Pada 2004, namanya masuk dalam 125 pemain hebat yang dipilih legenda Brasil, Pele. Dia dianggap sebagai salah satu striker Belanda terbaik sepanjang masa.
Namun menjadi pemain hebat bukan berarti dia menjadi pelatih unggulan. Profesi baru yang digelutinya selepas gantung sepatu menunjukkan Kluivert tidak termasuk dalam golongan itu.
Semua bermula pada 2008. Kala itu, dia memulai sebagai pelatih untuk penyerang di klub AZ, anggota Eredivisie. Dua tahun kemudian dia terbang ke Australia, untuk menemani Ange Postecoglou, sekarang pelatih Tottenham Hotspur, untuk melatih klub A-League Australia, Brisbane Roar. Tak lama kemudian, dia pun kembali ke Belanda untuk menjadi asisten pelatih klub N.E.C., dengan tugas khusus melatih para penyerang.
Karier sebagai orang di pinggir lapangan benar-benar hebat adalah ketika menjadi asisten Louis van Gaal, pada 2012. Puncaknya, tim asuhannya melaju ke babak semifinal Piala Dunia Brasil 2014.
Curacao – negara di Karibia, yang pernah menjadi lawan tim PSSI, menjadi tempat Kluivert berikutnya. Ikatannya dengan negeri ini memang kuat. Ibunya berasal dari negeri ini. Target yang dibebankan padanya adalah membawa Curacao ke Piala Dunia 2018. Namun upayanya itu gagal. Langkah Curacao terhenti di babak ketiga setelah kalah dari El Salvador.
Tugas Kluivert selanjutnya menjadi asisten Seedorf di tim nasional sepak bola Kamerun. Namun tak sampai setahun, kontrak mereka berakhir pada Juli 2019. Dia pun kemudian berpindah dari klub ke klub sebagai direktur teknik. Di antaranya di Paris St Germain dan Barcelona.
Posisi sebagai manajer klub, akhirnya diraihnya. Klub Turki Adana Demirspor memperkerjakannya sebagai manajer pada 2023 dengan kontrak dua tahun. Namun, belum lagi kontraknya usai, pada Desember 2023 dia pun pergi dari klub itu dengan mencatat persentase kemenangan 45 persen saja.
***
DENGAN catatan prestasi seperti itu, lalu apakah benar Kluivert yang akan menjadi pelatih pengganti Shin Tae-yong seperti yang dibocorkan oleh Fabrizio Romano? Tak ada jawaban yang pasti.
Namun Erick Thohir mengakui Patrick Kluivert merupakan satu dari tiga kandidat pelatih yang sudah diwawancarai akhir Desember lalu. "Memang salah satu kandidat yang saya interview yang disebutkan namanya tadi (Kluivert)," ujarnya saat jumpa pers di Jakarta, Senin.
Pelatih asal Negeri Kincir Angin merupakan upaya untuk mengatasi kendala komunikasi yang dianggap salah satu masalah yang dialami Shin Tae-yong. Namun, itu saja tidak cukup.
Untuk meraih target tinggi yakni bermain di Piala Dunia 2026 di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat, tentu seperti yang disampaikan Erick hanya pelatih yang memiliki rekam jejak yang bagus – yang cocok mendampingi Garuda. Siapa dia?
Kluivert atau siapa pun kelak – yang akan diumumkan secara resmi pada 12 Januari, sebagai pelatih timnas, tentu akan menjalani hari-hari yang tak mudah. Dengan sisa empat pertandingan, poin maksimal harus didapatkan tim Garuda.
Langkah yang tiada mudah. Masalahnya, kecuali Jepang yang sudah aman – dengan hanya kehilangan satu poin saat berlaga draw dengan Australia, semua tim masih memiliki peluang untuk lolos. Artinya, sedikit kesalahan akan mempengaruhi langkah berikutnya.
Itu di lapangan. Di tempat lainnya, sang pelatih baru itu pun harus memenangkan hati para penggemar yang sudah kadung jatuh hati pada Shin Tae-yong. STY, sebutan khalayak padanya, telah membuat publik sepak bola jatuh hati. Kiprahnya selama hampir lima tahun telah menjelma sebagai bagian penting perjalanan Tim Garuda.
Meski tidak memberikan gelar juara, STY telah menjadi idola, dan sepenuhnya mereka percaya padanya. Hal itu, bisa terlihat dalam setiap perbincangan di media sosial. Mereka pun militan saat tagar #STYOUT muncul menyusul kegagalan Indonesia di Piala AFF akhir tahun lalu.
Kepergian STY tak ubahnya seperti fan Inter Milan harus merelakan kepergian Jose Mourinho ke Real Madrid tak lama setelah mereka meraih treble pada 2010. Banyak yang patah hati dengan kenyataan yang harus mereka terima.
Perasaan kebanyakan penggemar sepak bola saat ini sedang kalut. Bak menaiki roller coaster, Ahad lalu, seketika mereka dikejutkan dengan rumor pemecatan STY – yang kemudian ternyata benar adanya.
Lantas kini, mereka harus menanti kabar berikutnya tentang pengganti STY – apa benar Kluivert, atau nama lainnya. Sedangkan di hati mereka, tetap ada nama STY. Pelatih yang telah banyak memberikan kemajuan bagi tim nasional – yang sangat dicintai khalayak sepak bola Indonesia.
Irfan Budiman
Mantan wartawan dan penulis lepas di sejumlah media.
Editor: Fajar WH
