Jakarta, Arina.id—Sebanyak 22 jenis bumbu bercita rasa Indonesia disiapkan oleh pelaku usaha nasional untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan haji 2026. Kebutuhan hal tersebut mencapai lebih dari 400 ton serta sekitar 3,9 juta paket RTE. Pengiriman kebutuhan itu harus telah memenuhi standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj Jaenal Effendi menyampaikan langkah tersebut diambil untuk memaksimalkan perputaran uang di dalam negeri melalui pemberdayaan UMKM.
"Produk ini telah melalui uji cita rasa dan keamanan pangan. Selain meningkatkan kenyamanan jemaah, ini juga membuka pasar ekspor nyata bagi UMKM kita,” jelas Jaenal Efendi, Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), pada Rabu (28/1/2026) sebagaimana dilansir laman Kemenhaj.
Selain produk olahan, Kemenhaj juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengekspor beras Indonesia ke Arab Saudi. Rencana ini sejalan dengan arahan Presiden RI dan Menteri terkait, menyusul kondisi surplus panen beras nasional.
"Sudah saatnya Indonesia melakukan ekspor beras. Berdasarkan koordinasi dengan Bulog dan Kementerian Pertanian, saat ini pemerintah mengalami surplus panen raya sekitar 2 juta ton lebih,” ujar Jaenal.
Koordinasi telah dilakukan dengan Bulog, Kementerian Pertanian, serta importir dan dapur penyedia layanan konsumsi haji di Arab Saudi untuk memastikan aspek harga, kualitas, dan keberlanjutan pasokan.
Editor: Suci
