Secangkir Kopi Panas Khairunas, Nakhoda Baru Itjen Kemenag

Secangkir Kopi Panas Khairunas, Nakhoda Baru Itjen Kemenag

Jakarta, Arina.id - Pembawaannya kalem. Orangnya murah senyum dan ramah pula. Namun ibarat air yang tenang tapi menghanyutkan, sosok Khairunas seperti mewarisi ketegasan khas orang Padang. Karakter ini terlihat saat ia menceritakan berbagai hal yang sudah dilakukannya semasa menjabat sebagai auditor.

Suatu waktu, integritasnya sebagai auditor pernah diuji. Khairunas memeriksa kawan dekatnya. Padahal sehari sebelumnya, ia sempat bermain tenis bareng si kawan tadi. Bayangkan, kata dia, sudah kawan dekat, berasal dari kampung yang sama (sama-sama Padang), sering jalan-jalan dan makan bareng pula. 

"Setelah tenis besoknya saya periksa. Tapi saya dituntut profesional. Ya tetap saya periksa, sampai turun rekomendasinya, sanksinya. Itu salah satu ujian integritas saya sebagai auditor waktu di Itjen Kemenag," kata Pak Nas--sapaan akrab Khairunas, dalam satu momentum ngobrol bareng di ruang kerjanya Itjen Kemenag, Rabu (14/05/2025).

Tidak sampai di situ. Ia kemudian menceritakan perjalanan panjang karirnya di Kemenag saat pertama kali masuk sebagai auditor di Itjen hingga kemudian ditunjuk oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai Inspektur Jenderal Kemenag 2025 yang baru--menggantikan pendahulunya Faisal Ali Hasyim. 

Rabu, 14 Mei 2025, serah terima jabatan dilakukan di kantor Itjen. Proses suksesi berjalan gayeng dan haru. Hanya saja, pekerjaan rumah besar Khairunas menanti, tentu dengan posisi dan status yang berbeda. Jika dulu ia seorang auditor, maka sekarang beban di pundaknya lebih berat lagi.

Selepas seremonial serah terima jabatan Khairunas menerima sejumlah orang di ruang kerjanya. Di ruang itu, ia mengenang pernah menerima banyak perintah dari bos-nya terdahulu. Namun sekarang, sebagai nakhoda baru, vibe-nya berubah. Napasnya berat, namun senyumnya mengembang.

"Ini kopi pertamanya pak," seorang staf menyorongkan secangkir kopi panas kepadanya. 

"Oh iya, ini kopi pertama," Khairunas membalas sambil tertawa.

Pejabat 58 tahun yang baru dilantik itu kemudian melanjutkan cerita nostalgia lamanya tatkala menjadi auditor, tidak lupa pula bicara tentang target-target yang ingin dicapai di masa kepemimpinannya nanti.

Ketika bicara tentang target ke depan, Khairunas kemudian teringat pesan dari Menag Nasaruddin Umar. Untuk menyelesaikan persoalan, jangan lupa filosofi: "Ibarat mengambil rambut dalam tepung. Rambutnya didapat, tapi tepungnya tidak berantakan. Atau menangkap ikan dalam kolam. Ikannya didapat, tetapi airnya tidak keruh."

Dari filosofi itu bisa dipahami, style kerja seorang Khairunas dalam menyelesaikan segala sesuatu ke depan bakal lebih soft namun efektif tanpa meninggalkan jejak kegaduhan apapun. Begitu juga dalam menakhodai Itjen nanti, fungsi pengawasan bakal dioptimalkan.

Garis besarnya, bagaimana kerja-kerja auditor nanti bisa memberikan value add (nilai tambah) bagi kementerian. "Kemudian meningkatkan kinerja agar lebih efektif, dan tentu efisiensi anggaran di Kementerian. Audit itu kan ada dua: audit kinerja dan audit tertentu, semua harus efektif," katanya.

Lalu untuk prosesnya, Khairunas menegaskan agar kerja lebih efektif maka diperlukan pendekatan secara hybrid (kerja lapangan sambil memanfaatkan teknologi). Lalu sasarannya juga dibuat skala prioritas, Satuan Kerja (Satker) mana saja yang besar, beresiko tinggi, kemudian termasuk kampus-kampus.

Auditor, kata dia, dalam bekerja nanti bakal melakukan kunjungan lebih dahulu, memperbaiki tata kelola organisasi seperti apa, termasuk mengecek transaksi keuangan, bagaimana kinerja Satker terkait, melakukan audit sampai memberikan rekomendasi.

"Lalu ada mitigasi risiko. Mitigasi risiko antara lain mengidentifikasi persoalannya lebih dahulu, penyebabnya apa, akibat atau dampaknya bagaimana. Dari proses mitigasi ini nanti kesimpulannya masalah tersebut bakal diaudit lebih lanjut atau tidak," katanya menambahkan.

"Bukan cuma audit, review, evaluasi atau pemantauan juga akan dilakukan. Ini sekarang kami Itjen sedang melakukan pemantauan pelaksanaan Penyelenggaraan Ibadah Haji. Itu nanti kita laporkan ke Pak Menteri. Kita akan melakukan pengawasan apakah Satker sudah mengelola semuanya dengan baik atau belum," ujarnya.

Tidak terasa obrolan sudah cukup lama sampai terdengar suara panggilan dari laptop di atas meja kerjanya: "Di sini ada Pak Irjen? Halo Pak Irjen...." isyarat obrolan harus disetop. 

Khairunas sedang ditunggu untuk mengikuti rapat koordinasi haji secara online bersama sejumlah pejabat Kementerian Agama lainnya. Ia lantas menyeruput kopinya sampai tandas, sebelum menyudahi obrolan gayeng ba'da Ashar itu. Selamat Bertugas Pak Nas..

Profil Khairunas:

Nama Lengkap         : Khairunas, SH., MH. 
Tempat/tanggal lahir : Koto Tuo, Tanah Datar, Sumatera Barat
Jenis Kelamin           : Laki-laki

Riwayat Pendidikan

  1. 1975 - 1981  : SDN 3 Simabur, Koto Tuo, Tanah Datar, Sumatera Barat
  2. 1981 - 1984  : SMPN Simabur
  3. 1984 - 1987  : SMAN 1 Batusangkar
  4. 1992             : S-I Hukum Perdata - Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
  5. 2014             : S-II Hukum Pidana – Universitas Islam Jakarta 

Riwayat Pekerjaan

  1. (1999 - 2002) Pemeriksa Bidang Kepegawian Inspektorat Jenderal Kementerian Agama 
  2. (2002 - 2006) Auditor Ahli Muda Inspektorat Jenderal Kementerian Agama
  3. (2006 - 2012) Auditor Ahli Madya Bidang Investigasi nspektorat Jenderal Kemenag
  4. (2014 - 2017) Kepala Biro AUAK IAIN Pontianak 
  5. (2017    ) Kepala Biro AUAK IAIN Imam Bonjol Padang
  6. (2017 - 2018) Kepala Biro AUPKK  UIN Padang
  7. (2018 - 2020) Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  8. (2020    ) Plt. Kepala Biro AUPK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  9. (2020 - 2021)    Inspektur Investigasi Inspektorat Jenderal Kementerian Agama
  10. (2021 - 2024 )   Kepala Biro AUPK UIN Sumatera Utara Medan
  11. (2024 - 2024)    Kepala Biro AUPK UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  12. (2024 - 2025)    Inspektur I Inspektorat Jenderal Kementerian Agama
  13. (2025 - Sekarang) Inspektur Jenderal Kementerian Agama

Editor: Muhammad Taufiq
logo