Houthi Yaman Klaim Serang Bandara Israel dengan Rudal Hipersonik

Houthi Yaman Klaim Serang Bandara Israel dengan Rudal Hipersonik

Arina.id -- Kelompok Houthi dari Yaman mengklaim telah melancarkan serangan rudal hipersonik ke wilayah Israel, tepatnya Bandara Ben Gurion di Tel Aviv.

Dikabarkan oleh Detik, Houthi mengatakan bahwa pihaknya telah melancarkan rangkaian operasi militer pada Sabtu (22/3/2025) pagi waktu setempat.

Kelompok penguasa wilayah Yaman utara tersebut mengklaim bertanggung jawab atas serangan rudal balistik ke Bandara Ben Gurion Israel, juga serangan pesawat tak berawak.

Lewat akun media sosial X, Houthi menyebut sudah meluncurkan rudal balistik hipersonik bernama Palestine-2, dalam serangan mereka kali ini.

Pihak Houthi juga memperingatkan maskapai penerbangan komersial bahwa wilayah sekitar Bandara Ben Gurion tidak aman untuk lintas udara.

Eskalasi serangan Houthi Yaman ke wilayah Israel memang kembali meningkat. Hal itu seiring meningkatnya ketegangan di wilayah Gaza, usai serangan udara skala besar yang dilancarkan Israel pada tengah pekan ini.

Di sisi lain, pihak militer Israel pada Kamis (20/3/2025) merilis pernyataan bahwa mereka berhasil mencegat serangan rudal yang diluncurkan dari Yaman.

Serangan tersebut sempat memicu sirine peringatan serangan udara di wilayah Israel tengah dan selatan, termasuk Tel Aviv.

Dikutip dari Antaranews, Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) dalam sebuah pernyataan mengungkapkan bahwa angkatan udara telah mencegat rudal sebelum memasuki wilayah Israel.

Sementara pihak militer Amerika Serikat pada Kamis (20/3/2025) malam waktu setempat juga kembali melancarkan serangan udara ke Yaman.

Wilayah Yaman yang menjadi target AS saat itu adalah Hodeidah sebuah kota Pelabuhan di tepi Laut Merah, serta wilayah provinsi sebelah utara, Saada.

Kelompok Houthi juga sempat melancarkan serangan terhadap kapal induk USS Harry S Truman yang berada di wilayah utara Laut Merah, pada Kamis. Itu terhitung sebagai serangan ke-5 oleh Houthi sejak Sabtu (15/3/2025) pekan lalu.

Sementara itu hingga saat ini dikabarkan sudah lebih dari 700 warga Gaza tewas dan lebih 900 lainnya luka-luka, akibat serangan udara skala besar yang dilancarkan Israel sejak Selasa (18/3/2025).

Hal itu disusul beberapa hari kemudian oleh serangan darat pasukan Israel ke wilayah Gaza bagian utara dan selatan.   


Editor: A. Sentosa
logo