Arina.id - Agen federal Amerika Serikat (AS) mengamati sebuah pesawat segitiga misterius di suatu tempat wilayah barat AS awal tahun ini. Pesawat misterius ini untuk sementara dianggap sebagai Objek Terbang Tak Dikenal (UFO), dan dianggap cukup sensitif bagi keamanan negara. Demikian menurut dokumen yang dirilis Pentagon.
Pesawat hitam matte itu benar-benar senyap dan melaju secepat jet tempur, menurut keterangan seorang saksi yang menggambarkannya sebagai "menyerupai drone sayap delta." Pesawat tersebut diperkirakan memiliki bentang sayap antara 13 hingga 15 kaki dengan panjang badan pesawat 6-9 kaki, demikian bunyi dokumen Departemen Pertahanan yang dipublikasikan pada hari Jumat, 23 Oktober 2026.
Dikutip dari Gizmodo, ketebalan vertikal pesawat diperkirakan paling lama hanya satu atau dua kaki. "Pesawat tak dikenal mempertahankan posisi horizontal yang benar-benar diam, tidak miring, bergoyang, selama pendakian vertikal anteng posisinya terkontrol sekitar sepuluh detik," demikian bunyi laporan DOD.
"Kapal ini naik hingga ketinggian sekitar 200 hingga 300 kaki di atas garis punggungan pegunungan. Setelah mencapai ketinggian ini, pesawat langsung menghentikan semua gerakan vertikal dan masuk ke hover stabil selama perkiraan dua puluh detik."
Kapal kemudian "bertransisi dari keadaan kecepatan nol langsung ke penerbangan horizontal berkecepatan tinggi," dan berhasil melakukan "manuver miring yang lancar serta penurunan yang menukik ke dalam aliran ngarai dalam waktu sekitar dua hingga tiga detik." Laporan tersebut mencatat bahwa setelah pesawat tersebut miring, "siluetnya tampak merata dan tampak lebih segitiga lagi bentuknya."
Laporan FBI tentang insiden tersebut mencakup sembilan gambar, yang menampilkan foto lanskap dan segitiga hitam yang bergerak saat dilihat bersama seolah-olah bagian dari flipbook. Laporan tersebut tidak menunjukkan apakah gambar-gambar tersebut adalah foto asli atau versi artistik.
Gizmodo menguji gambar-gambar tersebut melalui SynthID.com, yang digunakan untuk mendeteksi watermark tak terlihat ketika gambar dibuat dengan alat gambar AI dari OpenAI dan Google. Gambar-gambar tersebut tidak mengandung watermark SynthID, meskipun bisa saja dibuat dengan alat perusahaan lain atau menggunakan perangkat lunak pengeditan dasar ala Photoshop.
"Dua saksi utama melaporkan tidak ada efek fisiologis," demikian bunyi laporan tersebut. "Tidak ada laporan tentang disorientasi, mual, sakit kepala, sensasi kulit, gangguan penglihatan, celah ingatan, atau fenomena sensorik anomali lainnya saat melihatnya. Tidak ada bau aneh yang tercatat. Tidak ada gangguan elektromagnetik, degradasi sinyal, atau pembacaan sensor anomali yang tercatat pada peralatan pribadi atau lembaga."
Laporan baru yang dirilis ini merupakan bagian dari rilis berkala Pentagon terkait Unidetified Anomalous Phenomena (UAP), yang secara historis lebih dikenal sebaga, UFO. Rilis pertama ini mendapat sorotan luas, tetapi hanya memberikan sedikit jawaban tentang pertanyaan utama: Apakah pesawat-pesawat ini berasal dari dunia lain atau hanya kemajuan teknologi tinggi dari musuh geopolitik yang hampir setara seperti China?
Editor: Muhammad Taufiq
