Kecam Retorika Anti-Muslim di AS, Bill Clinton Kutip Ayat Alquran dari Putrinya

Kecam Retorika Anti-Muslim di AS, Bill Clinton Kutip Ayat Alquran dari Putrinya

Arina.id - Tensi politik Amerika Serikat (AS) memang sedang memanas akhir-akhir ini, terutama terkait dengan kampanye hitam menggunakan retorika anti-muslim. Pemicunya adalah kemunculan nama Abdul El-Sayed, politisi 41 tahun yang dianggap faksi sayap kiri Partai Demokrat.

Nama El-Sayed sedang naik daun terutama terkait identitasnya sebagai seorang Muslim di AS. Ia kini sedang menghadapi pertarungan politik sebagai kandidat senator dari Partai Demokrat. Sebagai kandidat Senat, ia banyak menjadi sasaran kampanye rasisme anti-muslim di negeri Paman Sam itu. 

Namun El-Sayed agaknya didukung seniornya dari Partai Demokrat, yakni Bill Clinton, yang juga mantan Presiden AS ke-42 AS. Clinton menjabat sebagai presiden selama dua periode (1993 sampai 2001). 

Dalam sebuah pidato di Pusat Peribadatan Koinonia Florida, Clinton menyampaikan pembelaan kuat terhadap umat Islam di tengah pertarungan politik yang semakin sengit terkait kandidat Senat dari Partai Demokrat, Abdul El-Sayed. Potongan video Clinton ini sempat viral di sejumlah lini masa media sosial. 

"Saya lelah dengan orang-orang yang merendahkan umat Muslim hanya karena mereka Muslim," kata Clinton, yang kemudian mengutip ayat Alquran (Surat Al-Hujurat 49:13). Ayat ini pertama kali diberi tahu oleh putrinya, Chelsea, saat remaja. "Ayah, coba baca ini..(Alquran)." 

"Allah menempatkan berbagai manusia di bumi bukan agar mereka saling membenci, melainkan agar mereka saling mengenal dan belajar satu sama lainnya...," demikian kata Clinton menirukan arti surat dalam Alquran tersebut.

"Ada banyak tokoh buruk di dalam agama karena kita semua adalah manusia yang tidak sempurna. Namun, ada peperangan agama dan budaya. Aku sungguh lelah, tapi ada perbedaan besar antara merasa lelah dan benar-benar muak..," katanya melanjutkan.

Nama El-Sayed dalam beberapa waktu belakangan memang banyak menjadi sasaran kampanye anti-muslim di Amerika. Dalam pemilihan kali ini, Ia menyatakan dukungan terhadap berbagai isu, antara lain penguatan sistem kesehatan publik dan pembubaran Badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE).

El-Sayed juga menyerukan penghentian bantuan militer AS kepada Israel tanpa syarat. Dia mendapat dukungan dari para "sosialis demokrat" terkenal, seperti senator asal Vermont, Bernie Sanders dan anggota Kongres dari New York, Alexandria Ocasio-Cortez.

El-Sayed berhasil mengalahkan anggota kongres dari Partai Demokrat yang dianggap moderat, Haley Stevens. Dia menang dengan selisih tipis dalam pemilihan pendahuluan, demikian seperti dilaporkan CBS News, mitra BBC di AS.

Padahal dalam pemilihan tersebut, Stevens disebut-sebut bukan cuma mendapat dukungan dari pimpinan Partai Demokrat, tapi komunitas American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) yang mengucurkan dana hampir US$32 juta (sekitar Rp572 miliar) untuk kampanyenya.


Editor: Muhammad Taufiq
logo