Koalisi Yaman dan Arab Saudi Menguat, Tapi Houthi Juga Masih Siap

Koalisi Yaman dan Arab Saudi Menguat, Tapi Houthi Juga Masih Siap

Arina.id - Meningkatnya eskalasi militer dalam beberapa pekan terakhir di Timur Tengah, ketika kemajuan besar-besaran pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi berhasil mendesak wilayah Houthi, kini banyak analis menyebut kekuatan kedua belah pihak berada pada titik keseimbangan.

Hingga beberapa bulan lalu, konflik di Yaman masih didominasi perang atrisi atau perang pengurasan kekuatan, ketika masing-masing pihak saling menguji kemampuan lawan melalui metode peperangan asimetris.

Alih-alih melancarkan serangan langsung di garis depan, kelompok Houthi lebih memilih strategi menekan negara-negara Teluk dan rantai logistik global dengan menargetkan aktivitas pelayaran di Selat Bab el-Mandeb dan Laut Merah.

Namun, perkembangan terbaru di lapangan menunjukkan bahwa pertempuran kembali meningkat dengan intensitas tinggi, sementara inisiatif militer mulai bergeser secara signifikan ke pihak pemerintah Yaman. Pasukan pemerintah didukung Saudi merangsek ke garis depan, sementara Houthi terus melawan.

Dini hari tadi, Houthi menembakkan rudal jelajah ke Arab Saudi. Empat orang terluka dan 15 rumah mengalami kerusakan ringan setelah puing-puing dari dua rudal dicegat dan jatuh di Riyadh. Hal ini seperti klaim dari pihak berwenang Arab Saudi.

Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi menyatakan rudal tersebut diluncurkan oleh kelompok Houthi di Yaman dan dapat dicegat, Selasa 13 Oktober 2026. Serpihan rudal yang jatuh tersebut menyebabkan dua perempuan, seorang laki-laki, dan seorang anak terluka.

Prosedur darurat telah dilaksanakan setelah kejadian tersebut. Dalam pengumuman terpisah, juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Maliki, mengatakan pasukan koalisi dapat mencegat dan menghancurkan rudal jelajah lain di Al-Kharj, sebelah tenggara Riyadh.

Sementara itu, Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan sebuah gedung administrasi milik Saudi Aramco di Dhahran, wilayah timur negara tersebut, menjadi sasaran serangan pada Selasa malam dan memicu kebakaran kecil.

Kementerian menyatakan tim tanggap darurat telah merespons insiden dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan, serta memastikan tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa.

Situasi terkini pertempuran

Adapun situasi terkini di Yaman, pertempuran sengit di berbagai garis depan Yaman telah mengubah situasi militer yang sebelumnya relatif stagnan menjadi lebih menguntungkan pasukan pemerintah.

Dalam beberapa pekan terakhir, Houthi berupaya mengancam koridor pasokan strategis di wilayah pesisir barat. Namun, langkah tersebut berhasil dipatahkan melalui serangan darat besar-besaran yang dilancarkan pasukan dukungan Arab Saudi.

Pasukan reguler yang berada di bawah kepemimpinan Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden (PLC) Rashad al-Alimi beralih dari posisi bertahan menjadi menyerang. Pasukan tersebut berhasil bergerak maju di sepanjang jalur Hayfan dan Tur al-Baha serta memukul mundur kelompok Houthi.

Skala pertempuran dalam beberapa hari terakhir bahkan telah melampaui bentrokan terbatas untuk memperebutkan posisi-posisi militer setempat.

Unsur-unsur koalisi pimpinan Arab Saudi mengakhiri periode relatif tanpa operasi militer besar dengan melancarkan serangan terhadap fasilitas komando dan kendali strategis serta infrastruktur telekomunikasi di Sanaa dan Saada.

Untuk pertama kalinya dalam waktu cukup lama, Arab Saudi dan pemerintah Yaman berhasil menimbulkan kerugian besar terhadap kelompok Houthi. Dukungan tembakan udara secara intensif dari koalisi tersebut membuka jalan bagi kemajuan cepat pasukan pemerintah dalam pertempuran darat yang sengit.

Namun, eskalasi militer ini juga memicu gelombang pengungsian baru yang berdampak pada ratusan ribu warga sipil, menurut data lembaga-lembaga bantuan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


 


Editor: Muhammad Taufiq
logo