Arina.id. Syekh Muhammad Hisyam Kabbani wafat pada Kamis, 5 Desember 2024. Rencananya, ulama sufi berusia 79 tahun itu akan dimakamkan di Fenton Zawiya, Michigan, Amerika Serikat (AS).
Berita wafatnya Syekh Muhammad Hisyam Kabbani diketahui melalui unggahan akun Instagram (IG) @hishamkabbani. Dikatakan bahwa ia wafat pada pukul 17:45 waktu setempat.
"Tadi malam pada pukul 21:00 ketika saya memasuki kamar Mawlana, ayah spiritual kita, Mursyid kita, Khalifah Mawlana Syekh Nazim dan Grandsyekh AbdAllah al-Fa'iz ad-Daghestani, Sultan-ul-Awliya, Qutbul Mutasharrif, Singgasana tertinggi Irsyad, sedang tertidur di dalam tubuhnya.
"Beliau wafat sekitar pukul 17:45. Lebih dari tiga jam kemudian ketika saya menyentuh kaki suci beliau untuk terakhir kalinya, kaki beliau masih terasa hangat," tulis IG @hishamkabbani.
"Maulana mengajarkan kita untuk menemukan hal positif dalam keadaan yang sulit, tetapi apa yang positif ketika cahaya jiwamu meninggalkan tempat tinggal fisik?" lanjutnya.
Unggahan akun @hishamkabbani juga turut menceritakan terkait sebuah kisah yang pernah disampaikan Syekh Muhammad Hisyam Kabbani. Hal ini terkait dengan ruh yang bersatu bersama Tuhan Yang Maha Kuasa.
"Mawlana berkata (saat ini di dalam hati saya), “Lihatlah, anakku. Aku telah menderita melalui fisikku untuk mempersiapkan kalian semua untuk hari ini selama hampir enam tahun. Kalian takut akan hari ini, tetapi karena adab yang saya ajarkan kepada kalian, kalian tidak pernah membayangkannya, dan kalian menyangkalnya, saya tahu, kalian tidak ingin memikirkan, membicarakan, atau mendiskusikan hari semacam itu. Tetapi hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi AwliyaAllah, ketika ruh bersatu dengan Tuhan Yang Maha Kuasa," tulis @hishamkabbani.
Syekh Muhammad Hisyam Kabbani merupakan seorang ulama sufi yang lahir pada tanggal 28 Januari 1945 atau 13 Safar 1364 Hijriah di Beirut, Lebanon.
Usianya sudah 79 tahun. Ia pernah belajar ilmu kedokteran di Belgia dan dilanjutkan Fakultas Hukum Universitas Damaskus, Syria.
Selama ini, Hisyam Kabbani dikenal luas sebagai seorang pemimpin thariqat Naqsabandi Haqqani di AS setelah pindah ke negara tersebut hingga aktif menggelar dakwah.
Mengutip laman NU Online, keluarga Al-Kabbani konon termasuk salah satu keluarga Muslim tertua di Beirut. Silsilah keluarganya berasal dari Sayyidina Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Husain bin Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
Setelah melakukan hijrah dari Mesir dan Hijaz ke Irak, anggota keluarganya ada yang datang ke Syam Besar. Jenazah Hisham Kabbani dimakamkan pada Kamis, 5 Desember 2024, sore hari waktu setempat, usai sholat asar, di Fenton Zawiya, Michigan, AS.
Editor: Abdul Fatah
