Jakarta, Arina.id — Wacana Muktamar Luar Biasa (MLB) Nahdlatul Ulama masih terus bergulir. Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan bahwa kelompok yang mendeklarasikan diri sebagai Presidium Penyelamatan Organisasi Nahdlatul Ulama sebagai orang-orang menganggur.
"Ada yang nanya siapa sih ini yang mau buat MLB? Saya bilang orang nganggur," kata Gus Yahya dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (3/1/2025).
Menurut Gus Yahya, anggota kelompok yang memotori gerakan ini tidak memiliki kartu anggota NU dan bukan bagian dari struktural Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
"Ini pengurus enggak punya, kartu anggota enggak, jadi pejabat apa pun juga enggak, jadi kami ya gimana?" tuturnya.
Gus Yahya menjelaskan mekanisme MLB bisa dilaksanakan jika ada permintaan lebih dari 50 persen Pengurus Cabang NU (PCNU) atau Pengurus Wilayah NU (PWNU) di seluruh Indonesia.
Hal ini sebagaimana telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama (NU). Jika hal itu terpenuhi maka PBNU wajib menyelenggarakan MLB.
"Nah, ini kalau yang minta orang-orang ngopi kita harus ngomong bagaimana?" ucap Gus Yahya.
Sebelumnya, Koordinator Presidium Penyelamat NU, Gus Salam sempat menggaungkan MLB NU sejak September 2024. Menurut Gus Salam, MLB NU digagas para kiai NU yang kecewa dengan kepengurusan PBNU saat ini.
Bahkan, pihaknya membuka hotline pengaduan. Layanan ini disediakan bagi warga dan pengurus NU se-Indonesia. Tujuannya agar mereka bisa leluasa menyampaikan uneg-uneg dan memberikan kritik terhadap PBNU.
Penolakan dari PCNU
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang secara tegas menolak wacana Muktamar Luar Biasa (MLB) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ketua PCNU Jombang KH Fahmi Amrullah Hadziq (Gus Fahmi).
"Kami PCNU Jombang menolak dengan keras wacana MLB PBNU ini, tidak ada dalam sejarah NU mengadakan Muktamar Luar Biasa kecuali dilakukan oleh orang-orang yang memang kecewa," tegasnya kepada awak media, Minggu (22/9/2024).
Adanya wacana MLB PBNU menurut Gus Fahmi dapat merusak keutuhan NU yang sudah terjalin. Karena itu PCNU Jombang menolak MLB PBNU yang mencuat belakangan ini.
"Kami tidak ingin keutuhan NU rusak oleh keinginan segelintir pihak saja," terangnya.
Editor: Kendi Setiawan
