Pringsewu, Arina.id — Kopi adalah minuman yang sangat populer dan banyak digandrungi banyak kalangan. Kopi dipercaya mampu menghilangkan rasa kantuk sehingga seseorang bisa terjaga lebih lama khususnya di malam hari.
Sampai-sampai ada ulama sufi yang mengarang kitab khusus membahas hukum kopi dan faidah dari meminum kopi. Di antaranya adalah Sayyid Al Allamah Abdurrohman bin Muhammad Al Aidrus dalam Risalah Inusi as-Shofwah bi Anfusi al-Qohwah. Ada juga Al Imam Al Faqih Syeh Bamakhromah yang mengarang syair tentang kopi dan mendapat banyak tanggapan dari para ulama.
Di Indonesia, ada ulama yang membahas tentang kopi seperti Syeh Ikhsan Jampes Kediri dengan mengarang kitab Irsyadul Ikhwan fi Syurbil Qahwah wa Addukhan. Kemudian ada juga Syekh abdul Qadir Bin Syekh dalam kitab Shofwatu As Shafwah fi Bayan hukmil Qahwah.
Namun, tahukah Anda bagaimana cara meminum kopi agar tambah nikmat dan berkah?
Pengasuh Pesantren Nurul Ummah Pagelaran, Pringsewu Lampung KH Sujadi memberikan sebuah amalan dan bacaan yang ia dapatkan dari gurunya tentang cara minum kopi agar lebih nikmat dan berkah.
Ia menjelaskan bahwa dalam mengawali minum kopi dilakukan dengan meminum atau menyeruputnya 3 kali. Seruputan pertama diawali dengan kalimat Bismillah dan setelah meminumnya diikuti dengan kalimat Alhamdulillah.
Seruputan kedua diawali dengan bacaan kalimat Bismillahirrahman yang setelah menyeruputnya juga mengucapkan Alhamdulillah. Dan seruputan ketiga diawali dengan bacaan Bismillahirrahmanirrahim dilanjutkan menyeruput kopinya dan setelah itu mengucapkan Alhamdulillah.
"Cara ini merupakan manifestasi dari rasa syukur atas nikmat yang telah dikaruniakan kepada kita di antaranya kenikmatan minum kopi," katanya saat memberikan amalan tersebut pada Haul KH Ridwan Syuaib sekaligus Peringatan Maulid Nabi di Pesantren Al Huda Bandung Baru Adiluwih Pringsewu, Jumat (21/9/2024).
Karena jelasnya, kenikmatan di dunia bakal tanyakan dan dimintai pertanggungjawabannya. Dengan senantiasa mengingat Allah dan bersyukur atas nikmat saat minum kopi maka diharapkan kita bisa menjawab dan mempertanggungjawabkannya di akhirat kelak.
Pertanggungjawaban pada nikmat ini jelasnya, telah tertuang dalam Al-Qur'an Surat At-Takatsur Ayat 8 yang artinya: "Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)."
Editor: Kendi Setiawan
