Jakarta, Arina.id –Artis Arumi Bachsin membagikan pengalamannya dalam mengatur konsumsi makanan cepat saji (junk food) bagi anak-anaknya. Agar anak-anak tidak terjebak dalam kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji, ia membuat aturan tegas di rumah, yakni membatasi jumlah junk food yang boleh dimakan.
Dengan cara ini, anak-anak tidak merasa ketergantungan dan tetap bisa menikmati makanan rumah yang lebih bergizi. Arumi menegaskan bahwa jika anak-anak sejak kecil sudah terbiasa makan makanan sehat yang dimasak di rumah, mereka akan terbawa hingga dewasa.
Berbeda halnya dengan anak yang terbiasa makan junk food, yang cenderung lebih sulit menerima rasa makanan yang dimasak di rumah, terutama makanan yang tidak terlalu banyak mengandung bahan tambahan dan pengawet.
"Ketika kecil sudah biasa makan reel food atau makanan yang dimasak di rumah, dari bahan-bahan yang ultra proses, besarnya tidak selalu mencari makanan di luar, apa pun yang disiapkan di rumah bakal di makan," ucap Arumi dalam bincang santai bertajuk Keluarga Sehat, Keluarga Hebat di Mal Kota Kasablanka, Sabtu (1/2/2025).
Bagi Arumi, makanan sehat tidak harus mahal. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk memahami bahwa penyediaan makanan yang bergizi, seperti yang terkandung dalam menu empat sehat lima sempurna bisa didapatkan dari bahan rumahan.
"Faktor utama stunting itu knowladge, pengetahuan, karena makanan sehat enggak harus mahal. Karena tidak sedikit kalangan menengah atas kena stunting karena enggak seimbang gizinya," jelasnya.
Anggota Lembaga Kemaslahatan Keluarga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LKK PBNU) Dokter Rheza Maulana Syahputra menambahkan terkait makanan yang dijual secara online perlu lebih berhati-hati terhadap kandungan MSG yang berlebihan.
"Makanan yang bergizi sangat dianjurkan, dan sebaiknya di rumah disediakan makanan yang mengandung nutrisi seimbang, seperti karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral dari buah-buahan dan sayuran, untuk mendukung kesehatan keluarga," ujar Dokter Rheza.
Ia menjelaskan kesehatan keluarga sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi. Nutrisi yang baik dapat membentuk karakter dan kualitas seseorang. Jika nutrisi tubuh terpenuhi dengan baik, organ-organ tubuh, terutama otak, akan berfungsi secara optimal, dan individu tersebut dapat berkembang secara maksimal.
"Nutrisi adalah basic daripada karakter atau kualitas seseorang," jelasnya.
Selain itu, kesadaran masyarakat dan keluarga juga sangat penting. Menurut dokter Rheza gaya hidup sehat, perilaku hidup sehat, serta menjaga performa tubuh dengan olahraga dan asupan vitamin yang diperlukan turut berperan dalam menjaga kesehatan.
"Orang tua adalah role model pertama yang akan dilihat orang-orang. Mereka memonitor anak dari kecil sampai tumbuh desa. Misalnya, ketika anak ada yang kurang tumbuh kembangnya akan dikoreksi agar tidak berlarut-larut nanti tidak tumbuh optimal," tandasnya.
Editor: Kendi Setiawan
