Dituding Terlalu Pro Sayap Kanan, Platform X Diboikot 60 Universitas di Jerman

Dituding Terlalu Pro Sayap Kanan, Platform X Diboikot 60 Universitas di Jerman

Arina.id - Platform X yang dulu bernama Twitter sebelum diambil alih oleh Elon Musk, saat ini menuai banyak kritik di Jerman. Bahkan platform populer tersebut diboikot oleh para akademisi dan lembaga pendidikan di sana.

Sebanyak 60 universitas dan lembaga pendidikan mengumumkan telah memboikot platform media sosial tersebut lantaran dituding terlalu pro terhadap kelompok sayap kanan sehingga konten-kontennya tidak lagi berimbang. Platform dianggap telah mengintervensi-mengarahkan masyarakat ke ideologi tertentu.

Oleh sebab itu Platform X dianggap telah gagal dalam mendukung nilai-nilai seperti keberagaman, kebebasan, dan pencapaian akademik. Dalam pernyataan bersamanya, universitas-universitas tersebut mengecam X sebab terus-terusan menyebarkan konten populis sayap kanan.

"Realitas ini tidak dapat diterima. Keputusan ini mengirimkan sinyal jelas yang mendukung komunikasi berbasis fakta dan menentang kekuatan anti-demokrasi," kata pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Antara, Minggu (12/01/2025).

Juru bicara Universitas Heinrich Heine di Dusseldorf, Achim Zolke, yang mempelopori kampanye tersebut mengatakan dalam setiap jam semakin banyak universitas bergabung dalam gerakan tersebut.

Sementara itu Juru bicara Universitas Potsdam, Silke Engel, menyoroti perubahan terkini dalam pengoperasian dan fungsionalitas platform tersebut. Dia mengkritik algoritma X karena mengganggu distribusi informasi dan mengarahkan diskusi.

Engel juga mengecam kurangnya pengawasan dengan kedok kebebasan berbicara seraya mengatakan bahwa hal itu mendorong ujaran kebencian, disinformasi dan manipulasi.

Di antara universitas yang meninggalkan X adalah Universitas Dusseldorf Heinrich Heine, Universitas Freie Berlin, Universitas Humboldt, Universitas Heidelberg, Universitas Muenster, Universitas RWTH Aachen, Universitas Olahraga Jerman Cologne, dan Universitas Eropa Viadrina Frankfurt (Oder).

Langkah itu dilakukan setelah dukungan vokal Musk terhadap partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD), beberapa pekan sebelum pelaksanaan pemilihan umum Jerman bulan depan.

Dukungan pendiri Tesla yang menjadi sekutu Presiden terpilih AS Donald Trump itu telah menuai kecaman dari para pemimpin Jerman karena dituduh ikut campur dalam urusan pemilu Jerman.

Sejak Musk mengambil alih X dan mencabut sebagian besar kendalinya terhadap disinformasi dan ujaran kebencian, platform tersebut telah mengalami eksodus besar-besaran pengguna.


Editor: Muhammad Taufiq
logo