Saint Petersburg, Arina.id — Serangan besar-besaran menggunakan drone Ukraina menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya di Kota Saint Petersburg, Rusia, Ahad (18/10/2026). Serangan tersebut juga memicu kebakaran di sejumlah fasilitas minyak dan kawasan industri, menurut Gubernur Saint Petersburg Alexandre Beglov.
“Satu orang tewas dan lima lainnya terluka serta dirawat di rumah sakit setelah serangan besar-besaran yang dilakukan drone militer Ukraina,” kata Beglov.
Ia mengatakan, petugas pemadam kebakaran berupaya mengatasi kebakaran di kawasan terminal minyak Saint Petersburg, yang juga pernah menjadi sasaran serangan pada Juni lalu. Kebakaran juga dilaporkan terjadi di depot minyak Ruchi dan gudang industri di Distrik Kolpino, sebelah selatan kota.
Selain fasilitas industri, sejumlah bangunan tempat tinggal dan dua rumah dilaporkan terkena dampak serangan. Beglov menyatakan sistem pertahanan udara sedang beroperasi untuk menghadapi serangan tersebut.
Serangan itu juga mengganggu penerbangan di bandara utama Saint Petersburg. Pemerintah setempat membatasi operasional bandara tersebut dengan alasan keselamatan.
Sebanyak 145 Drone Dilaporkan Ditembak Jatuh
Gubernur wilayah Leningrad yang mengelilingi Saint Petersburg, Alexander Drozdenko, mengatakan pertahanan udara Rusia telah menembak jatuh 145 drone. Ia juga menyebut sekitar 20.000 orang mengalami pemadaman listrik setelah serangan tersebut.
“Serangan besar-besaran menggunakan pesawat nirawak masih terus dihalau,” tulis Drozdenko melalui Telegram.
Kantor berita TASS melaporkan serangan tersebut merupakan yang terbesar di wilayah itu sejak perang Rusia-Ukraina dimulai pada Februari 2022. Dalam serangan pada 6 Juni lalu, otoritas Rusia menyatakan telah menembak jatuh 144 drone.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pertahanan udara mereka melumpuhkan 1.015 drone Ukraina pada Sabtu malam di sekitar 15 wilayah Rusia bagian selatan dan barat, termasuk Moskow.
Jaringan media sosial Rusia, VK, juga menyebut serangan tersebut menargetkan salah satu pusat datanya di wilayah itu. Namun, operasional fasilitas tersebut dilaporkan tetap berjalan normal.
Saint Petersburg dan wilayah sekitarnya merupakan kawasan penting bagi infrastruktur minyak Rusia. Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina berulang kali menargetkan sektor energi Rusia sebagai balasan atas serangan Moskow terhadap wilayah dan infrastruktur energi Ukraina.
Serangan Berlanjut di Tengah Ketegangan Gencatan Senjata Energi
Serangan drone tersebut terjadi setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pekan ini bahwa Kyiv akan kembali menyerang kilang minyak Rusia. Pernyataan itu muncul setelah rencana “gencatan senjata energi” yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak terwujud.
Zelensky menegaskan Ukraina berupaya mempertahankan diri di tengah serangan Rusia yang terus berlangsung, termasuk terhadap infrastruktur energi. Pernyataan itu disampaikan ketika dukungan Amerika Serikat terhadap Ukraina dilaporkan menurun.
Sementara itu, Trump, yang berulang kali mengkritik serangan Ukraina terhadap kilang dan depot minyak Rusia, menandatangani perintah eksekutif pada Jumat untuk memberikan pengecualian terhadap sanksi dan tarif yang menargetkan pendapatan energi Moskow.
Keputusan tersebut menuai kritik dari sejumlah pihak di Eropa dan Amerika Serikat. Kebijakan itu diambil ketika Rusia meningkatkan serangannya terhadap Ukraina pada tahun kelima perang kedua negara.
Editor: Suci
