Houthi Akan Terus Gempur Israel Hingga Penjajahan di Palestina Berakhir

Houthi Akan Terus Gempur Israel Hingga Penjajahan di Palestina Berakhir

Arina.id - Dalam sepekan terakhir, Gerakan Houthi Yaman terus-terusan menyerang bandara internasional Utama Ben Gurion di Israel untuk mengadang pesawat angkut Amerika Serikat mendarat. Serangan Houthi menggunakan rudal hipersonik tersebut dilakukan sampai sekarang.

Serangan terhadap Israel hanya akan berhenti dengan berakhirnya konflik di Jalur Gaza dan blokadenya. Demikian pengumuman disampaikan juru bicara Houthi kepada penyiar Al-Masirah Yaman pada Selasa, 3 Juni 2025, seperti dikutip dari Sputnik.

Houthi, kelompok bersenjata asal Zaidi tersebut sejak 1990-an memang menguasai Yaman Utara dan sebagian besar wilayah pesisir Laut Merah Yaman. Sejak 2023 mereka menyatakan mendukung Palestina dengan terus menggempur kapal-kapal koalisi Israel di Laut Merah.

Mereka juga telah meluncurkan ratusan rudal dan drone atau pesawat nirawak ke Israel sejak dimulainya konflik di Jalur Gaza pada Oktober 2023. Namun gerakan Houthi ini sempat dibayar mahal setelah balik diserang Israel beberapa Waktu lalu.

Militer Israel sempat melakukan sejumlah serangan udara yang menghantam banyak sasaran di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi.

Sebagaimana diwartakan surat kabar Times of Israel pada 9 Mei lalu, sistem pertahanan rudal THAAD Amerika Serikat gagal untuk kedua kalinya di periode pekan tersebut dalam mencegat rudal balistik menuju Israel yang ditembakkan oleh gerakan Houthi Yaman.

Media tersebut, dengan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, menyatakan bahwa hasil dari kegagalan itu mengakibatkan rudal Houthi menghantam Bandara Ben Gurion di Tel Aviv pada 4 Mei.

Saat serangan rudal Houthi 4 Mei itu terjadi, sistem pertahanan udara Hetz Israel dilaporkan sedang tidak berfungsi. Rudal yang jatuh di wilayah bandara utama Israel itu sempat mengakibatkan penutupan infrastruktur penting sektor transportasi Negeri Zionis itu selama setengah jam.


Editor: Muhammad Taufiq
logo