Jemaah Haji Diimbau Tak Sia-siakan Kemuliaan Makkah, Ini Caranya

Jemaah Haji Diimbau Tak Sia-siakan Kemuliaan Makkah, Ini Caranya

Jakarta, Arina.id
Konsultan Ibadah PPIH Arab Saudi Dr. Abdul Moqsith mengajak para jemaah haji untuk memaksimalkan kemuliaan Tanah Suci Makkah. Ia mengimbau para jamaah untuk tidak menyia-nyiakan momentum haji di tanah kelahiran Rasulullah ini untuk beribadah di waktu dan tempat yang mulia.

Kiai Moqsith menjelaskan bahwa kemuliaan dan kesucian Tanah Makkah ini telah ditegaskan oleh Rasulullah dalam haditsnya yang menyebut kemuliaannya terjadi ketika Allah menciptakan langit dan bumi. 

Terlebih di dalamnya ada Ka’bah yang merupakan kiblat umat Islam saat shalat dan merupakan Baitullah (Rumah Allah). Kesucian Makkah ini berdasarkan hadits Rasulullah akan berlangsung terus sampai terjadinya hari kiamat.

“Bahwa rumah Allah yang paling awal diciptakan, dibuat oleh Allah adalah Kabah yang ada di Makkah,” jelasnya dalam penjelasan melalui kanal Youtube Kemenag RI yang diakses Arina.id, Sabtu (1/6/2024).

“Itu sebabnya seluruh tanah haram yang ada di Makkah ini tidak pernah menjadi lokasi terjadinya peperangan, jauh sebelum ada Islam atau diutusnya Baginda Rasulullah saw,” imbuhnya.

Lalu muncul pertanyaan, kenapa Nabi Muhammad berhijrah dari Makkah ke Madinah walaupun Makah merupakan tanah suci? Hal ini pernah dijawab oleh Rasulullah dalam sabdanya.

“Demi Allah SWT, sesungguhnya engkau adalah negeri yang paling baik di sisi Allah dan negeri yang paling dicintai Allah SWT. Andaikan bukan karena pendudukmu yang mengusirku, aku tidak akan berpindah,” demikian jawaban Rasulullah dalam hadits riwayat Daruquthni.

Allah pun jelas Kiai Moqsith, pernah bersumpah dengan menggunakan Tanah Haram Makkah dengan segala kemuliaan yang dimilikinya.

“Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Makkah), dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Makkah ini,” demikian sumpah Allah yang termaktub dalam Surat Al-Balad ayat 1-2.

Kemuliaan Tanah Makkah ini jelasnya, harus dimaksimalkan jemaah haji dengan memperbanyak ibadah seperti sholat, tawaf, membaca Al-Qur’an, dan shalawat. Ibadah yang dilaksanakan di Makkah ini jelasnya, akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah.

“Umat Islam yang sedang menjalankan ibadah haji jangan menyia-nyiakan kemuliaan tanah suci Makkah ini. Gunakan tanah suci Makkah ini untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik,” imbaunya.

Namun tambahnya, jika karena satu dan lain hal tidak mampu untuk melaksanakannya di Masjidil Haram, maka dari hotel-hotel tempat mereka tinggal, umat Islam perlu untuk melaksanakan ibadah dengan sekuat-kuatnya dengan sebaik-baiknya.

Dalam artikel di laman Kemenag berjudul Kenapa Jemaah Haji Lansia Lebih Utama Shalat di Hotel daripada Masjidilharam? Imam Jalaluddin as-Suyuti menyebut Masjidil Haram adalah seluruh Tanah Haram. Karenanya menurut Imam Jalaluddin as-Suyuthi, pelipatgandaan pahala di Tanah Haram Makkah tidak dikhususkan di Masjidil Haram saja, tetapi mencakup semua Tanah Haram. 

أَنَّ التَّضْعِيفَ فِي حَرَمِ مَكَّةَ لَا يُخْتَصُّ بِالْمَسْجِدِ بَلْ يَعُمُّ جَمِيعَ الْحَرَمِ 

Artinya: “Sesungguhnya pelipatgandaan pahala di Tanah Haram Makkah tidak khusus di Masjidil Haram tetapi meliputi seluruh Tanah Haram." (Jalaluddin as-Suyuthi, al-Asybah wa an-Nazha`ir, Bairut-al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1403 H, h. 523) 

Pandangan Imam Jalaluddin as-Suyuthi itu selaras dengan pandangan mayoritas ulama. Hal ini bisa kita pahami dalam keterangan yang terdapat dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah. 

ذَهَبَ الْحَنَفِيَّةُ فِي الْمَشْهُورِ وَالْمَالِكِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ إِلَى أَنَّ الْمُضَاعَفَةَ تَعُمُّ جَمِيعَ حَرَمِ مَكَّةَ 

“Madzhab Hanafi dalam pendapat yang masyhur, Madzhab Maliki dan Syafi’i berpendapat bahwa pelipatgandaan (pahala di Tanah Haram Makkah) itu meliputi seluruh Tanah Haram Makkah”. (Wizarah al-Awqaf wa asy-Syu`un al-Islamiyyah, al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, Kuwait-Thab’ al-Wizarah, cet ke-2, 1427 H, juz, 37, h. 239).


Editor: Muhammad Faizin
logo