Kumpulan Doa Harian untuk Anak-anak

Kumpulan Doa Harian untuk Anak-anak

Dalam kehidupan sehari-hari, mendidik anak-anak dalam spiritualitas dan keimanan merupakan aspek penting. Salah satu cara yang efektif untuk membimbing anak-anak dalam menjalani kehidupan yang penuh makna adalah melalui doa.

Doa bukan hanya sebagai sarana berkomunikasi dengan Tuhan, tetapi juga sebagai bentuk pengajaran nilai-nilai kebaikan, kesabaran, dan rasa syukur.

Anak-anak seringkali menghadapi berbagai tantangan dan perubahan dalam kehidupan mereka, baik di sekolah maupun dalam interaksi sosial sehari-hari. Dalam konteks ini, doa-doa harian dapat menjadi alat yang ampuh untuk membentuk karakter dan membantu mereka mengatasi berbagai cobaan.

Penting untuk memperkenalkan doa sebagai bagian integral dari rutinitas harian anak-anak. Dengan demikian, kita dapat membantu mereka membangun fondasi spiritual yang kuat sejak dini, mengajarkan nilai-nilai moral, serta membimbing mereka menuju kehidupan yang lebih bermakna dan bertanggung jawab.

Berikut doa-doa yang bisa diajarkan kepada anak-anak untuk berbagai aktivitas sehari-hari:

1. Doa Sebelum Makan

Doa ini dibaca oleh Rasulullah saw ketika dihidangkan makanan. Redaksi doa ini dapat dirujuk dalam Kitab Ibnu Sunni melalui riwayat sahabat Abdullah bin Amr bin Ash ra.

Doa dan basmalah dapat mendatangkan keberkahan. Rasulullah bersabda, “Setan akan makan bersama seseorang selagi ia belum menyebut asma Allah,” (HR Abu Dawud dan An-Nasai).

Teks doa

‎اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، بِسْمِ اللّٰهِ

Allāhumma bārik lanā fī mā razaqtanā wa qinā ażāban nār, bismillāh

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami pada rezeki yang telah Kaukaruniakan untuk kami dan lindungilah kami dari siksa neraka. Dengan nama Allah.”

2. Doa Setelah Makan

Doa setelah makan ini dianjurkan oleh Rasulullah saw. Redaksi doa ini dapat dirujuk dalam Kitab Sunan Abi Dawud, Sunan At-Tirmiżi, dan Sunan Ibni Majah melalui riwayat sahabat Mu ‘aż bin Anas ra. Pembacaan hamdalah atau tahmid setelah makan diriwayatkan oleh sahabat Uqbah bin Amir ra, Abu Sa‘id Al-Khudri ra, Aisyah ra, dan Abu Ayyub, dan Abu Hurairah ra.

Tahmid atau hamdalah setelah makan ini dapat mendatangkan ampunan Allah. Rasulullah bersabda, “Siapa saja membaca ‘Alḥamdulillāhil lażī aṭ‘amanī hażā wa razaqanīhi iyyāhu min ghairi haulin minnī wa lā quwwah’ selesai makan, maka diampuni dosanya yang telah lalu,” (HR Abu Dawud, An-Nasai, dan Ibnu Majah).

Teks doa

‎اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنِيْ هٰذَا وَرَزَقَنِيْهِ إِيَّاهُ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلَا قُوَّةٍ

Alḥamdulillāhil lażī aṭ‘amanī hāżā wa razaqanīhi iyyāhu min ghairi ḥaulin minnī wa lā quwwah.

Artinya, “Segala puji bagi Allah yang telah memberikanku makanan ini dan telah mengaruniakanku makanan itu tanpa daya dan upayaku.”

3. Doa Sebelum Tidur

Doa ini dibaca oleh Rasulullah saw ketika berbaring di kasur. Redaksi doa ini dapat dirujuk dalam Kitab Shahih Bukhari melalui riwayat sahabat Hużaifah ra dan sahabat Abu Żar ra.

Sahabat Abu Hurairah ra meriwayatkan pesan penting Rasulullah, “Jika salah seorang dari kalian ingin tidur, hendaklah ia memeriksa kasurnya karena ia tidak tahu ada (bahaya) apa di baliknya,” (HR Bukhari dan Muslim).

Teks doa

‎باِسْمِكَ اللّٰهُمَّ أَحْيَا وَأَمُوْتُ

Bismika, allāhumma aḥyā wa amūtu.

Artinya: “Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati.”

4. Doa bangun Tidur

Dalam riwayat Abu Bakar Ibnu Sunni dari sahabat Abu Hurairah ra, Rasulullah saw menganjurkan orang yang bangun tidur untuk membaca doa ini.

Rasulullah saw bersabda, “Setan mengikat ujung kepala kalian saat tidur dengan tiga lapis. Setiap lapisnya berbunyi, ‘Malam masih panjang, tidurlah.’ Jika kalian bangun lalu menyebut nama Allah, maka terlepaslah satu ikatan. Kalau kalian lanjut berwuḍhu, maka lepaslah ikatan berikutnya. Jika kalian lanjutkan dengan shalat, maka lepaslah semua ikatan setan dan kalian berpagi hari dengan giat dan hati riang. Jika tidak, kalian akan berpagi hari dengan pikiran sumpek dan malas,” (HR Bukhari dan Muslim).

Teks doa

‎اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ

Alḥamdu lillāhil lażī aḥyānā ba‘da mā amātanā wa ilaihin nusyūr.

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan yang menghidupkan kami setelah mematikan kami. Kepada-Nya kebangkitan nanti.”

5. Doa Masuk Rumah

Rasulullah saw menganjurkan siapa saja untuk membaca doa ini ketika hendak memasuki rumah sebelum memberi salam kepada keluarganya. Redaksi doa ini dapat dirujuk dalam Kitab Sunan Abi Dawud melalui riwayat sahabat Abu Malik al-Asyari ra.

Adapun ucapan salam sebelum masuk rumah dapat mendatangkan keberkahan sebagaimana keterangan Surat al-Nur ayat 61. Rasulullah saw berpesan kepada sahabat Anas bin Malik ra, “Anakku, jika hendak menemui keluargamu, ucapkanlah salam. Niscaya itu dapat memberikan berkah bagimu dan keluargamu,” (HR at-Tirmiżi).

Teks doa

‎اَللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلَجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ، بِاسْمِ اللهِ وَلَجْنَا وَبِاسْمِ اللهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

Allāhumma innī as’aluka khairal maulaji wa khairal makhraji, bismillāhi walajnā, wa bismillāḥi kharajnā, wa ‘alallāhi rabbinā tawakkalnā.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon pintu masuk dan pintu keluar terbaik. Dengan nama Allah kami masuk. Dengan nama Allah kami keluar. Hanya kepada Allah, Tuhan kami, kami berpasrah.”

6. Doa Keluar Rumah

Doa ini dibaca oleh Rasulullah saw ketika hendak keluar rumah. Doa ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, At-Tirmiżi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah dari istri Rasulullah, Ummu Salamah ra.

Pembacaan basmalah dapat mendatangkan perlindungan dan petunjuk Allah. Sahabat Anas bin Malik ra meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang keluar rumah membaca, ‘bismillāh, tawakkaltu ‘alallāh, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh,’ niscaya doanya kelak disambut, ‘Kamu telah dicukupi, dilindungi, dan diberi petunjuk,’ dan setan akan menjauh darinya,” pada sebagian riwayat, “Setan berkata kepada temannya, ‘Bagaimana kamu dapat menggoda hamba Allah yang telah ditunjuki, dicukupi, dan dilindungi?’” (HR Abu Dawud, At-Tirmiżi, dan An-Nasai).

Teks doa

‎بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، اَللّٰهُمَّ إنِّي أَعُوْذُ بِك أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

Bismillāhi tawakkaltu ‘alallāh, allāhumma innī a‘ūżū bika an aḍilla au uḍalla, au azilla au uzalla, au aẓlima au uẓlama, au ajhala au yujhala ‘alayya.

Artinya: “Dengan nama Allah, aku berpasrah kepada-Nya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tindakan menyesatkan atau disesatkan, tindakan menggelincirkan atau digelincirkan, tindakan menganiaya atau dianiaya, dan membodohi atau dibodohi.”

7. Doa Keselamatan

Doa ini diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin Umar dari Nabi saw. Doa keselamatan ini biasa dibaca oleh Nabi saw pada siang dan sore hari. (Sunan Abu Dawud, nomor 5076).

Teks doa

‎اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِيْ دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ. اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِيْ 

Allāhumma innī as’alukal ‘āfiyata fiddunyā wal ākhirah. Allāhumma innī as’alukal ‘afwa wal ‘āfiyata fī dinī wadunyāyā wa ahlī wa mālī. Allāhumastur ‘auratī.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah tutupilah auratku.”

8. Doa Naik Kendaraan

Doa ini dibaca oleh Rasulullah saw ketika menaiki kendaraannya. Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmiżi, dan An-Nasai dari Ali bin Rabi’ah yang menyaksikan Sayyidina Ali bin Abi ṭalib ra yang meniru tata cara Rasulullah saw menaiki kendaraan. Doa ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abdullah bin Umar ra.

Doa ini dapat menghadirkan riḍa Allah swt. Ketika ditanya mengapa tersenyum setelah membaca doa ini ketika naik kendaraan, Rasulullah saw menjawab, “Allah takjub dengan ucapan hamba-Nya, ‘Ya Allah, ampunilah segala dosaku,’ dan ia yakin bahwa ‘Tiada yang dapat mengampuni dosa selain-Ku,’” (HR Abu Dawud, At-Tirmiżi, dan An-Nasai).

Teks doa

‎اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Alḥamdu lillāhil lażī/subḥānal lażī sakhkhara lanā hāżā wa mā kunnā lahū muqrinīn, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn. Alḥamdu lillāh (3 kali). Allāhu akbar (3 kali). Subḥānaka innī ẓalamtu nafsī faghfirlī fa innahū lā yaghfiruż żunūba illā anta.

Artinya: “Segala puji bagi Allah/maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami. Padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sungguh, kami akan kembali kepada Tuhan kami. Segala puji bagi Allah (3 kali). Allah maha besar (3 kali). Maha suci Engkau, sungguh aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sungguh, tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

9. Doa Sebelum Belajar

Doa ini diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik dari Rasullullah saw sebagaimana ditakhrij oleh Imam An-Nasai dan Imam Hakim dalam kitab haditsnya. (Bulughul Maram, 605). 

Doa ini sangat baik dibaca sebelum belajar, agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Teks doa

‎اَللّٰهُمَّ انْفَعْنِيْ بِمَا عَلَّمْتَنِيْ، وَعَلِّمْنِيْ مَا يَنْفَعُنِيْ، وَارْزُقْنِيْ عِلْمًا يَنْفَعُنِيْ

Allāhummanfa’nī bima ‘allamtanī, wa ‘allimnī ma yanfa’unī, warzuqnī ‘ilman yanfa’unī.

Artinya: “Ya Allah, berilah aku kemanfaatan dengan ilmu yang telah Engkau ajarkan, ajarkan aku apa yang bermanfaat bagiku, dan berilah aku ilmu yang bermanfaat bagiku.”

10. Doa Setelah Belajar

Doa ini adalah doa yang dianjurkan oleh ulama, seiring dengan sabda Nabi saw saat menyampaikan pesan Luqman Hakim, yang artinya: “Sungguh Allah ketika dititipi sesuatu maka akan menjaganya.” (Sunan An-Nasai nomor 10351).

Doa ini sangat baik dibaca setelah belajar, agar ilmu yang telah didapatkan dijaga oleh Allah dan tidak terlupakan darinya. Utamanya ketika di kemudian hari kita membutuhkannya.

Teks doa

‎اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ اِسْتَوْدِعُكَ مَا عَلَمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ إِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِيْ إِلَيْهِ، وَلَا  تَنْسَنِيْهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Allāhumma innī istaudi’uka mā allamtanīhi fardudhu ilayya ‘inda hājatī ilaihi walā tansanīhi yā rabbal ‘ālamīn.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku titipkan kepada-Mu ilmu yang telah Kau ajarkan kepadaku, maka kembalikanlah ilmu itu kepadaku ketika aku membutuhkannya, dan janganlah Kau buat aku lupa padanya wahai Tuhan yang memelihara alam.”


Editor: Muhammad Faizin
logo