Arina.id – Menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadan adalah salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Islam yang sudah mukallaf. Bagi seorang muslim yang menjalani ibadah puasa, akan mendapatkan kebahagiaan tersendiri, salah satunya adalah saat berbuka. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ
Artinya, “Orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan saat berbuka puasa/berhari raya, dan kebahagiaan saat bertemu Tuhannya,” (HR Muslim).
Berkaitan dengan buka puasa, LBMNU Kota Kediri dalam buku Fiqih Puasa dan Zakat Fitrah (Kediri, LBMNU Kediri: 2021), halaman 35 menjelaskan, ketika matahari telah benar-benar terbenam, seseorang yang menunaikan ibadah puasa dianjurkan untuk terlebih dahulu membatalkan puasanya sebelum melaksanakan shalat Maghrib.
Dalam buku itu disebutkan, seseorang yang berpuasa disunnahkan untuk memakan buah kurma saat berbuka. Jika tidak ada, maka bisa berbuka dengan air putih dan jika air putih tidak ada, maka dianjurkan berbuka dengan makanan atau minuman manis yang bukan hasil olahan, seperti madu atau anggur. Jika itu pun tidak ada, maka boleh berbuka dengan makanan atau minuman manis hasil olahan.
3 bacaan doa setelah berbuka puasa
Saat berbuka puasa, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa sebagai bentuk syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah setelah menunaikan ibadah puasa selama seharian. Berikut ini adalah 3 doa berbuka puasa yang bisa dibaca:
1. Doa berbuka puasa
Doa ini merupakan doa yang umum dibaca saat berbuka puasa sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas rezeki yang diberikan setelah menahan lapar dan dahaga sepanjang hari.
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu
Artinya: “Ya Allah untuk-Mu aku berpuasa, dan atas rezeki-Mu aku berbuka”.
2. Doa berbuka puasa versi lain
Selain doa di atas, terdapat doa lain yang di dalamnya mengandung makna syukur dan harapan agar ibadah puasa yang telah dijalani bisa diterima oleh Allah.
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Dzahabadh dhama’u wab-tallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru Insyaa Allah
Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, Insya Allah."
3. Doa berbuka puasa di tempat orang lain
Jika seseorang berbuka puasa di rumah orang lain, maka disunnahkan membaca doa berikut sebagai bentuk penghormatan dan doa keberkahan bagi tuan rumah.
أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائِكَةُ الْأَخْيَارِ
Afthara ‘indakumus shâ’imuna wa akala tha‘âmakumul abrâru wa shallat ‘alaikumul malâ’ikatul akhyâr.
Artinya: “Orang-orang yang berpuasa telah berbuka di tempat kalian, dan orang-orang yang baik telah menyantap makanan kalian, dan malaikat pilihan pun mendoakan rahmat bagi kalian.”
Doa-doa tersebut dapat dibaca saat hendak berbuka atau setelah selesai berbuka. Namun demikian, sebagaimana dikutip dari kitab Busyrol Karim, doa-doa ini lebih utama dibaca setelah berbuka puasa.
Demikian 3 doa setelah selesai berbuka. Bacaan doa ini menjadi pengingat bahwa berbuka puasa bukan sekadar menghilangkan rasa haus dan lapar, tetapi juga momen spiritual untuk selalu mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah. Wallahu a'lam.
Editor: Aiz Luthfi
