Doa agar Dikaruniai Keturunan dalam Al-Qur'an

Doa agar Dikaruniai Keturunan dalam Al-Qur'an

Arina.id - Memiliki keturunan merupakan anugerah istimewa bagi pasangan yang telah menikah. Hal itu perlu dilakukan dengan ikhtiar dan doa supaya mendapatkan karunia keturunan. Kehadiran sosok anak bisa memberikan dampak positif dalam meningkatkan keharmonisan rumah tangga. 

Dalam perjalanan hidup, banyak pasangan suami-istri yang mengharapkan kehadiran seorang anak sebagai simbol komitmen dan cinta mereka. Namun tidak jarang, banyak ditemukan pasangan yang belum kunjung diberikan keturunan oleh Allah SWT sebagai pelengkap dalam keluarga mereka.

Ada pasangan yang sudah menikah selama bertahun-tahun, akan tetapi belum juga mendapatkan keturunan. Berbagai macam usaha telah dilakukan, mulai dari memeriksa kesehatan, dan berobat ke berbagai tempat, bahkan berbagai negara. Tetapi tetap saja belum menunjukkan hasilnya.

Namun usaha yang belum menemui hasil ini jangan sampai menjadikan pernah putus harapan dari Allah SWT. Jika sudah beragam usaha telah dikerahkan, maka serahkan hasilnya kepada Allah dengan bertawakkal dan senantiasa berdoa. Sebab memohon kepada Allah, pasti akan dikabulkan.  

Sebagaimana janji-Nya dalam Al-Qur’an surat Ghafir ayat 60:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

Artinya: "Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.” 

Doa agar Dikaruniai Keturunan

Dalam sejarah Islam, kondisi sulit memiliki keturunan ini juga pernah dialami oleh Nabi Zakariya AS. Masalah yang ia hadapi sama halnya dengan apa yang dirasakan oleh kebanyakan pasangan yang belum dianugerahi keturunan. 

Apabila diukur dengan ilmu kedokteran modern, keadaan nabi Zakariya dan istrinya pada saat itu, dapat dipastikan mustahil memperoleh keturunan. Karena dirinya sudah tua dan istinya sudah mandul. Bahkan nabi Zakariya pun mengeluhkan permasalahannya itu.

Sebagaimana yang diabadikan dalam Al-Qur’an surat Maryam ayat 4-5:

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا ٤ وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا ۙ ٥

Artinya: "(4) Dia (Zakaria) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah, kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, wahai Tuhanku. (5) Sesungguhnya aku khawatir terhadap keluargaku sepeninggalku, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul. Anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu."

Namun hikmah yang dapat diambil dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa nabi Zakariya senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar memperoleh keturunan dan pada akhirnya ia diberikan anak yang istimewa oleh Allah, yakni Nabi Yahya AS. 

Doa nabi Zakariya agar memperoleh keturunan disebutkan pada Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 89:

وَزَكَرِيَّآ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ

Artinya: "(Ingatlah) Zakaria ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “Wahai Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), sedang Engkau adalah sebaik-baik waris."

Dalam ayat tersebut, doa supaya dianugerahi anak yang digunakan oleh Nabi Zakariya yakni:

رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ

Artinya: "Wahai Tuhanku, janganlah engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), sedang engkau adalah sebaik-baik waris."

Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menjelaskan, bahwa kalimat ini merupakan permohonan sekaligus pujian Nabi Zakariya kepada Allah SWT atas masalah yang ia hadapi, yakni sulit memperoleh keturunan. Sehingga pada ayat selanjutnya, yaitu QS. Al-Anbiya’ ayat 90, Allah menjawab, “Maka, Kami mengabulkan (doa)-nya, menganugerahkan Yahya kepadanya, dan menjadikan istrinya (dapat mengandung).” Ibnu Abbas, Mujahid dan Sa’id bin Jubair berkata, bahwa istri Nabi Zakariya divonis mandul dan tidak akan melahirkan anak. (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, juz 5/ halaman 325)

Selain itu juga, nabi Zakariya memohon supaya dianugerahi keturunan yang soleh dan solehah dalam ayat lain. Sebagaimana dalam surat Ali Imran ayat 38,

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ ۚ قَالَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

Artinya: "Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, “Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

Dari ayat ini, do’a Nabi Zakariya yakni:

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

Artinya: “Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

Sebagai ikhtiar dan mengikuti usaha serta doa yang dilakukan oleh Nabi Zakariya, kita bisa mengamalkan dan membaca doa tersebut kapan saja. Terlebih dalam waktu-waktu yang mustajab, seperti di sepertiga malam, antara adzan dan iqamah, waktu turun hujan dan lain sebagainya.

Demikianlah doa supaya dianugerahi anak atau keturunan. Berdoa merupakan salah satu bentuk ikhtiar agar dimudahkan terkabulnya hajat dalam kehidupan di dunia maupun akhirat, terlebih memohon untuk dianugerahi keturunan. Semoga bermanfa’at. Wallahu a’lam bis shawab.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Muhaimin Yasin
Alumnus Pondok Pesantren Ishlahul Muslimin Lombok Barat dan Pegiat Kajian Keislaman


Editor: Muhammad Faizin
logo