Arina.id - Sudah menjadi hal yang mafhum di kalangan umat Islam ketika akan memasuki masjid atau keluar dari masjid, mereka mengucapkan doa yang biasa dihafalkan. Namun, ketika hari Jumat, ada doa khusus yang perlu dibaca, selain membaca doa masuk dan keluar masjid yang telah dikenal.
Doa masuk dan keluar masjid yang biasa dibaca merupakan anjuran Rasulullah SAW dalam sebuah hadits, beliau bersabda:
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلِ: اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ. وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلِ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
Artinya: ”Jika salah seorang di antara kalian memasuki masjid, hendaklah dia mengucapkan: “Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.” Dan jika keluar, hendaklah dia mengucapkan: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu karunia-Mu.” (Fathul Mun’im Syarah Sahih Muslim, [Dar As Syuruq, 2002] juz 3 halaman 480 hadis ke 1419)
Selain doa tersebut, khusus di hari Jumat ketika akan melaksanakan sholat Jumat, dianjurkan untuk membaca doa ketika akan menuju masjid. Berikut doa tersebut yang termaktub dalam kitab Ihya’ Ulumiddin juz 1 halaman 323 karya Imam Al Ghazali:
فإذا خرجت إلى المسجد فقل اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا، وَاجْعَلْ فِي لِسَانِي نُورًا، وَاجْعَلْ فِي سَمْعِي نُورًا، وَاجْعَلْ فِي بَصَرِي نُورًا، وَاجْعَلْ خَلْفِي نُورًا، وَمِنْ أَمَامِي نُورًا، وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِي نُورًا، وَمِنْ تَحْتِي نُورًا، اللَّهُمَّ أَعْظِمْ لِي نُورًا
Allāhumma aj‘al fī qalbī nūran, wa aj‘al fī lisānī nūran, wa aj‘al fī sam‘ī nūran, wa aj‘al fī baṣarī nūran, wa aj‘al khalfī nūran, wa min amāmī nūran, wa aj‘al min fawqī nūran, wa min taḥtī nūran. Allāhumma a‘ẓim lī nūran.
Artinya: “Ketika kamu keluar menuju masjid, maka ucapkanlah: "Ya Allah, jadikanlah cahaya di dalam hatiku, cahaya di lisanku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatanku. Jadikanlah cahaya di belakangku, cahaya di depanku, cahaya di atasku, dan cahaya di bawahku. Ya Allah, limpahkanlah cahaya yang besar untukku."
Kemudian setelah pelaksanaan sholat Jumat telah selesai, dianjurkan ketika akan keluar masjid melantunkan doa yang biasa dilantunkan oleh ‘Arak Bin Malik RA, dalam kitab ‘Ianah At Thalibin Syarah Fathul Mu’in juz 2 halaman 106. Ketika telah usai melaksanakan sholat Jumat, ‘Arak Bin Malik berdiri di pintu masjid seraya melantunkan doa berikut:
اللَّهُمَّ أَجَبْتُ دَعْوَتَكَ، وَصَلَّيْتُ فَرِيضَتَكَ، وَانْتَشَرْتُ كَمَا أَمَرْتَنِي، فَارْزُقْنِي مِنْ فَضْلِكَ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ، وَقَدْ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ، ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ، وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Allāhumma ajabtu da‘wataka, wa ṣallaitu farīḍataka, wa intashartu kamā amartanī, farzuqnī min faḍlik, wa anta khayru ar-rāziqīn. Wa qad qulta wa qawluka al-ḥaqqu: (Yā ayyuhā alladhīna āmanū idhā nūdiya liṣ-ṣalāti min yawmil-jumu‘ati fas‘aw ilā dhikrillāhi wa dharū al-bay‘, dhālikum khayrun lakum in kuntum ta‘lamūn. Fa idhā quḍiyat aṣ-ṣalātu fantashirū fi al-arḍi wa abtaghū min faḍlillāhi wa adhkurūllāha kathīran la‘allakum tufliḥūn).
Artinya: ”Ya Allah, aku telah memenuhi panggilan-Mu, melaksanakan kewajiban salat-Mu, dan aku pun menyebar ke bumi sebagaimana Engkau perintahkan. Maka, karuniakanlah rezeki kepadaku dari anugerah-Mu, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi rezeki. Engkau telah berfirman, dan firman-Mu adalah kebenaran: (Wahai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kalian kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui. Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kalian di bumi; carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kalian beruntung).”
Demikian doa ketika berangkat dan pulang dari masjid di hari Jumat. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish shawab.
Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur
Editor: Muhammad Faizin
