Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan rilis terkait datangnya musim hujan. BMKG menyebutkan pada Bulan November hujan akan mulai turun di berbagai wilayah Indonesia. Meski demikian, BMKG mengatakan awal musim hujan diprediksi tidak serentak di seluruh Indonesia.
Hal itu disebabkan karena El Nino yang telah memberikan dampak kekeringan di berbagai daerah walau telah melewati puncaknya, namun masih bertahan hingga tahun depan.
Musim hujan berdasarkan pantauan BMKG telah terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau. Musim hujan ini selanjutnya akan meluas ke wilayah Sumatera bagian tengah dan selatan, selanjutnya diikuti Kalimantan dan Jawa. Setelah itu, secara bertahap akan mendominasi hampir seluruh kawasan Indonesia pada Maret hingga April 2024.
Mengingat musim hujan telah mulai dengan intensitas air yang turun akan meningkat. Hal ini terkadang bisa menimbulkan rasa khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya bencana banjir karena debit air yang cukup tinggi. Jika sudah terjadi banjir, tentu saja keselamatan nyawa jadi terancam karena luapan air bisa menerjang dan mengeruk aneka benda yang dilaluinya.
Ketika hujan deras turun dan dikhawatirkan terjadi banjir, setiap umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa sebagaimana dibaca Rasulullah.
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang dinukil oleh Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabilus Shayyib minal Kalimit Thayyib, (Kairo: Darud Diyan lit Turats, 1987 M/1408 H), halaman 176.
Rasulullah membaca doa ini saat khutbah Jumat berlangsung ketika seorang sahabat datang melapor bahwa hujan deras yang selama sekira enam hari berlangsung membuat masyarakat kehilangan harta benda dan merusak fasilitas jalan.
Adapun doa saat hujan deras yang dikhawatirkan terjadi banjir tersebut adalah sebagaimana berikut:
اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Arab Latin: Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudaratkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.”
Selain itu, ada doa lain yang diajarkan Rasulullah saat turun hujan, hal ini sebagaimana tercantum dalam kitab Maslakul Akhyar, sebagaimana berikut:
اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا
Arab Latin: Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi‘â.
Artinya: “Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.”
Editor: Muhammad Zunus
