Arina.id - Konsep pendidikan sepanjang hayat atau long life education tentu harus diawali dari lingkup terkecil. Bisa dengan cara mengajarkan anak untuk bertingkah sopan dan mengenal dasar-dasar ibadah sejak usia dini. Sebab ini hal terpenting yang patut dibiasakan.
Selain itu, mereka diajari untuk berdoa dan tekun belajar, terutama bagi yang ingin menjadi pribadi yang berilmu.
Belajar dalam bahasa Arab adalah darasa atau ta'allama. Kemudian diserap dalam bahasa Indonesia menjadi mendaras. Hanya saja kata mendaras ini identik pada belajar Al-Quran.
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), belajar berarti berusaha untuk memperoleh ilmu atau keterampilan, berlatih, serta mengalami perubahan perilaku atau tanggapan sebagai hasil dari pengalaman.
Belajar adalah menuntut ilmu yang merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, sebagaimana sabda Nabi Muhammad:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُل مُسْلِمٍ
Artinya: "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah)
Abdullah ibn Mubarak, ulama sufi (wafat 797 M), sebagaimana dikutip dari Ihya Ulumudin karya Imam al-Ghazali, mengatakan, “Seseorang disebut pintar selama ia terus belajar. Begitu ia merasa pintar, saat itu ia bodoh.” Artinya, pengetahuan manusia tak akan pernah purna, dan karena itu ia niscaya mesti belajar dan berproses terus menerus, sepanjang hidup.
Guru memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan anak didiknya untuk berdoa. Dengan membiasakan doa di awal dan akhir pembelajaran, anak-anak secara alami akan menirukan apa yang dicontohkan gurunya.
Kebiasaan ini akan melekat dan menjadi bagian dari kehidupan mereka. Membaca doa sebelum belajar sangat dianjurkan agar ilmu yang didapat lebih mudah dipahami serta membawa manfaat dan keberkahan.
Berikut doa sebelum belajar yang diperoleh dari KH Ma’shum Lasem yang kemudian diijazahkan oleh KH Abdullah Faqih, Pengasuh Pondok Pesantren Langitan.
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا فَهْمَ النَّبِيِّيْنَ وَحِفْظَ اْلمَرْسَلِيْنَ وَإِلْهَامَ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Allâhummarzuqnâ fahman nabiyyîna wa hifdhal mursalîna wa ilhâmal malâikatil muqarrabîn birahmatika yâ arhamar râhimîna
Artinya: "Ya Allah, anugerahilah kami pemahaman para nabi, hafalan para rasul, dan ilhamnya para malaikat yang dekat (dengan-Mu), sebab kasih sayang-Mu, wahai Dzat yang penuh kasih Sayang."
Sedangkan doa setelah belajar bersumber dari KH. Ali Maksuk Krapyak sebagai berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّي أسْتَوْدِعُكَ مَا عَلَّمْتَنِيه فَارْدُدْهُ إِلَيَّ عِنْدَ احْتِيَاجِي إِلَيْهِ
Allahumma inni astaudi'uka ma allamtanihi fardudhu ilayya indahtiyaji ilaihi
Artinya: "Ya Allah, sungguh kutitipkan kepada-Mu apa yang Engkau ajarkan kepadaku. Maka kumohon Engkau berkenan mengembalikan ilmu itu kepadaku saat aku membutuhkannya."
Editor: Muhammad Faizin
