Doa dan Bacaan di Akhir Rapat, Jangan Lupa Diamalkan

Doa dan Bacaan di Akhir Rapat, Jangan Lupa Diamalkan

Arina.id - Lazim dalam setiap pertemuan atau rapat yang dipungkasi dengan bacaan doa Kaffaratul Majelis, yakni sebuah doa penutup pertemuan. Berikut ini doa kaffaratul majelis beserta artinya:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhaanakallaahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illaa anta astaghfiruka waatuubu ilaik

Artinya: "Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertobat kepada-Mu."

Dalil membaca doa kafaratul majelis menjadi sunnah karena sering dilakukan Rasulullah saat mengakhiri majelis. Hal ini seperti diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: كَفَّارَةُ الْمَجْلِسِ أَنْ يَقُولَ الْعَبْدُ: سُبْحَانَكَ اللهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ. 

Artinya: "Dari Abdullah bin Masud ia berkata, saya mendengar Rasulullah berkata, kaffaratul majlis doanya adalah, Subhanaka Allahumma wa bihamdika asyhadu an la ilaha illallah, astaghfiruka wa atubu ilaik" (Mu'jam Kabir Tabrani, 10/164)

Selain itu, doa kaffaratul majelis juga dapat ditambahkan bacaan surat Al-Ashr sesuai hadits yang diriwayatkan Ummu Salamah:

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ قَبْلَ أَنْ يَمُوتَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ. قُلْتُ: يَا رَسُولَ الله، إِنِّي أَرَاكَ تُكْثِرُ أَنْ تَقُولَ: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ؟ فَقَالَ: إِنِّي أُمِرْتُ بِأَمْرٍ، فَقَرَأَ: إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ.

Artinya: "Diriwayatkan dari Ummu Salamah, ia berkata, Nabi Muhammad sebelum meninggal memperbanyak doa: Subhanaka Allahumma wa bihamdika, astaghfiruka wa atubu ilaika. Aku berkata, Wahai Rasulullah sungguh aku melihat Anda memperbanyak doa Subhanakallahumma wa bihamdika, astaghfiruka wa atubu ilaika. Nabi Muhammad menjawab: Aku diperintah satu tugas, lalu Nabi membaca Idza ja'a nasrullah wal fath." (Mu'jam Saghir Tabrani, 2/5)

Penambahan bacaan surat Al-Ashr sebenarnya mengikuti kebiasaan Nabi menjelang wafat, beliau memperbanyak membaca surat ini. Imam Suyuti mengatakan dalam kitab Durrul Mantsur 15/720:

وأخرج ابن جرير عن الضحاك في قوله : إذا جاء نصر الله والفتح قال : كانت هذه السورة آية لموت النبي صلى الله عليه وسلم

Artinya: "Ibnu Jarir meriwayatkan dari Dahhak ia menyampaikan: surat idza ja'a nasrullah wal fathu adalah surat yang menjadi penanda wafatnya Nabi."

Berpijak dari beberapa redaksi ini, dapat disimpulkan bahwa doa kaffaratul majelis dan penambahan surat al-Ashr sangat dianjurkan, sesuai dalam keterangan Riyadhus Shalihin:

وفي رواية لَهُ: كَانَ رسولُ الله ﷺ يُكثِرُ مِنْ قَولِ: سبْحَانَ اللهِ وَبِحَمدِهِ أسْتَغفِرُ اللهَ وأتُوبُ إِلَيْهِ. قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رسولَ اللهِ، أَراكَ تُكثِرُ مِنْ قَولِ سُبحَانَ اللهِ وَبِحَمدهِ أسْتَغْفِرُ اللهَ وأتُوبُ إِلَيْه؟ فَقَالَ: أخبَرَني رَبِّي أنِّي سَأرَى عَلامَةً في أُمَّتي فإذا رَأيْتُها أكْثَرْتُ مِنْ قَولِ: سُبْحَانَ اللهِ وبِحَمدهِ أسْتَغْفرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِلَيْه فَقَدْ رَأَيْتُهَا: ﴿إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللهِ وَالْفَتْحُ﴾ فتح مكّة، ﴿وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللهِ أَفْوَاجًا، فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا﴾

Artinya: "Dalam sebuah riwayat Aisyah, bahwa Rasulullah memperbanyak doa subhanallah wa bihamdihi astaghfirullah wa atubu ilaih. Aisyah berkata, aku bertanya, Wahai Rasulullah aku melihat Anda memperbanyak doa subhanallah wa bihamdihi astaghfirullah wa atubu ilahi, Nabi menjawab, Allah memberi kabar padaku bahwa aku akan melihat sebuah tanda pada umatku, jika aku melihat tanda itu, maka aku memperbanyak doa subhanallah wa bihamdih, astaghfirullah wa atubu ilaih, lalu aku benar-benar melihat tanda itu dalam surat al-ashr. Tanda tersebut adalah penaklukan kota Makkah."

Riwayat selanjutnya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: "Tidaklah satu kaum berdiri dari satu majlis dan mereka tidak berdzikir di dalamnya melainkan seperti bangkai keledai dan mereka akan menyesalinya."

Dalam buku Doa-Doa Rasulullah SAW (2003) oleh Ibnu Taimiyah, disebutkan pula beberapa riwayat mengenai membaca doa kafaratul majelis. Dari Abu Hurairah RA, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa duduk di suatu majelis, kemudian di dalamnya banyak kegaduhan, lalu ia membaca doa berikut sebelum meninggalkan majelisnya: 'Subhaanaka Allahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaika', niscaya akan diampuni apa-apa yang terjadi di majelis tersebut." (At-Tirmidzi berkata, "Hadits ini hasan- shahih.). Wallahu a'lam bish shawab.


Editor: Muhammad Faizin
logo