Arina.id - Islam adalah agama yang mengatur setiap aspek kehidupan, termasuk hal-hal yang sering dianggap sepele, seperti adab di toilet. Mengikuti adab ini merupakan wujud ketaatan kepada sunah Nabi Muhammad SAW dan cerminan karakter seorang Muslim.
Dalam ajaran Islam, terdapat 7 adab yang dianjurkan saat masuk dan keluar toilet.
1. Membaca Doa Sebelum Masuk Toilet
Sebelum melangkah masuk, seorang Muslim dianjurkan membaca doa. Doa ini bertujuan memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan. Lafaz doanya adalah:
اللّٰهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك من الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khabaits.
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan jantan dan setan betina."
Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan diriwayatkan dalam beberapa hadits, seperti yang dicatat oleh Tirmidzi dan An-Nasai. Sedangkan Al-Ghazali dalam Bidayatul Hidayah merekomendasikan doa berikut:
بِاسْمِ اللهِ، أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الرِّجْسِ النَّجِسِ، الخَبِيثِ المُخْبِثِ، الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Bismillah, Au’dzubillah minarrijsi annajisi, alkhabits almukhbits, asyyaitanirrajim
Artinya: "Dengan nama Allah, aku berlindung kepada Allah dari segala sesuatu yang kotor lagi najis, dari yang jahat lagi menjerumuskan, (yaitu) setan yang terkutuk.”
2. Dahulukan kaki Kiri
Ketika akan masuk toilet, dahulukan kaki kiri. Seperti yang dijelaskan oleh Al-Ghazali dalam Bidayatul Hidayah:
فإذا قصدت بيت الماء لقضاء الحاجة، فقدم في الدخول رجلك اليسرى،
Artinya: "Apabila akan bermaksud masuk toilet untuk buang kotoran, maka dahulukan kaki kiri."
3. Menggunakan Alas Kaki dan Penutup Kepala
Beberapa ulama, seperti Imam Al-Ghazali dan Imam Haramain, menganjurkan agar seseorang tidak masuk toilet dengan kepala terbuka atau tanpa alas kaki. Anjuran ini didasarkan pada riwayat bahwa Nabi Muhammad SAW saat masuk toilet selalu memakai alas kaki dan menutup kepalanya. Jika tidak ada penutup kepala, bisa menggunakan lengan baju.
4. Tidak Menghadap Kiblat
Bagi orang yang kebetulan buang hajat di tempat terbuka (tidak di dalam rumah), dianjurkan untuk tidak menghadap maupun memunggungi arah kiblat. Tentunya tetap menutupi aurat agar tidak terlihat orang lain.
5. Melepas Barang yang Bertuliskan Nama Allah atau Rasulullah
Rasulullah SAW diketahui melepas cincinnya saat hendak masuk toilet. Cincin beliau saat itu bertuliskan nama "Muhammad Rasulullah." Berdasarkan sunah ini, dianjurkan untuk melepaskan segala perhiasan atau benda yang memiliki tulisan nama Allah atau Nabi Muhammad SAW, sebagai bentuk penghormatan.
6. Dahulukan Kaki Kanan
Ketika akan keluar dari toilet dahulukan kaki kanan. Al-Ghazali mengatakan:
وفي الخروج رجلك اليمنى
Artinya: "Saat keluar, dahulukan kaki kanan."
7. Membaca Doa Setelah Keluar Toilet
Setelah selesai buang hajat dan keluar dari toilet, disunahkan untuk membaca doa. Lafaz doanya adalah:
غفرانك. الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَذْهَبَ عَنّى اْلاَذَى وَعَافَانِىْ
Ghufranaka. Alhamdulillahilladzi adzhaba ‘annil adza wa ‘afaniy
Artinya: "Aku memohon ampunan-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan rasa sakit, dan menyehatkanku."
Pemaknaan doa tersebut adalah:
مَعْنَاهُ: أَسْأَلُكَ غُفْرَانَكَ، كَمَا قَالَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى: ﴿غُفْرَانَكَ رَبَّنَا﴾ [الْبَقَرَة: ٢٨٥] أَيِ: اعْطِنَا غُفْرَانَكَ، فَكَأَنَّهُ رَأَى تَرْكَهُ ذِكْرَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ زَمَانَ لَبْثِهِ عَلَى الْخَلاءِ تَقْصِيرًا مِنْهُ، فَتَدَارَكَهُ بِالاسْتِغْفَارِ
Makna dari doa ini adalah permohonan ampun kepada Allah karena selama di toilet seseorang tidak bisa mengingat-Nya. Doa ini menunjukkan kesadaran seorang Muslim akan pentingnya selalu mengingat Allah, bahkan setelah menyelesaikan urusan pribadi.
Oleh karena itu, dengan mengikuti adab-adab ini, harapan terbesar dari setiap kegiatan kecil dalam hidup seorang Muslim dapat bernilai ibadah dan mendatangkan keberkahan. Walahu a'lam.
Editor: Muhammad Faizin
