Arina.id – Saat ini saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dilanda bencana besar berupa banjir bandang dan tanah longsor akibat hujan deras dan pengaruh Siklon Tropis Senyar. Akibatnya, ribuan rumah terendam atau rusak, akses jalan dan jembatan putus, banyak warga kehilangan tempat tinggal, korban jiwa dan hilang pun terus bertambah.
Bencana ini tidak hanya mengakibatkan kerugian fisik, tapi juga ujian kemanusiaan dan solidaritas. Di tengah duka dan kesengsaraan banyak saudara sebangsa, sikap dan respon kita menjadi sangat bermakna. Seberapapun bantuan dari kita sangatlah bermanfaat dan bernilai bagi mereka termasuk bantuan doa.
Musibah banjir menjadi salah satu bencana alam yang paling sering terjadi, khususnya di daerah dengan curah hujan tinggi dan sistem drainase belum memadai. Ketika banjir datang, tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga luka psikologis, rasa kehilangan, dan ujian berat bagi keimanan manusia.
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memiliki sikap yang tepat, baik ketika kita sendiri yang tertimpa musibah, maupun saat melihat saudara kita sedang dirundung bencana. Rasulullah telah memberi teladan saat melihat orang lain tertimpa musibah sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ رَأَى مُبْتَلًى فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا لَمْ يُصِبْهُ ذَلِكَ الْبَلَاءُ
Artinya: "Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah saw bersabda, "Barang siapa melihat orang yang tertimpa musibah kemudian mengucapkan: Alhamdulillaahilladzi 'aafaanii mimmabtalaaka bihi wafadhdhalanii ala katsiirin mimman khalaqa tafdhiila. (Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang diberikan kepadamu, dan melebihkanku atas kebanyakan orang yang Dia ciptakan), maka ia (orang yang membaca ini) tidak tertimpa musibah tersebut". (HR At-Tirmidzi)
Sedangkan bagi orang yang tertimpa musibah agar membaca doa berikut ini:
إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها
Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun Allahumma ajirni fi musibati wa akhlif li khairan minha
Artinya: "Sesungguhnya kita milik Allah dan kembali kepada-Nya. Ya Allah, limpahkan pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya." (HR. Muslim)
Banjir dapat datang kapan saja, kepada siapa saja. Hari ini mungkin kita hanya bisa melihat melalui layar televisi atau media sosial, tetapi esok bisa jadi kita sendiri yang diuji. Dengan sikap saling mendukung dan menguatkan baik moril maupun materill, beban musibah akan terasa lebih ringan. Karena pada hakikatnya, ujian hidup bukan hanya untuk dihadapi seorang diri, tetapi untuk mempererat kepedulian dan persaudaraan antarsesama. Wallahu a'lam.
Editor: Muhammad Faizin
