Arina.id – Usai melaksanakan berbagai rangkaian ritual suci di Makkah, jemaah haji akan bergerak menuju Arafah, sebuah tempat istimewa yang menjadi momen puncak dan inti ibadah haji, yaitu wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah berikut ini:
الْحَجُّ عَرَفَةُ فَمَنْ أَدْرَكَ لَيْلَةَ عَرَفَةَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ مِنْ لَيْلَةِ جَمْعٍ فَقَدْ تَمَّ حَجُّهُ
Artinya, “(Inti) Haji adalah (wukuf) di Arafah, siapa pun yang mendapatkan malam Arafah sebelum terbit fajar dari malam jam' (waktu sore pada hari Arafah) maka hajinya telah sempurna.” (HR An-Nasa’i).
Sebelum melaksanakan wukuf di Arafah, jemaah haji sebaiknya mempersiapkan diri secara lahir dan batin agar bisa melaksanakan ibadah dengan khusuk dan khidmat. Di antara bentuk persiapan tersebut adalah mengiringi perjalanan menuju Arafah dengan memanjatkan doa kepada Allah, memohon diberikan ampunan, haji yang mabrur, ketenangan batin, keselamatan, serta bisa merasakan kedekatan dengan-Nya.
Berkaitan dengan doa sebelum tiba di Arafah, Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2004), halaman 341-342 menjelaskan, jemaah haji yang sedang menempuh perjalanan menuju Arafah dianjurkan untuk membaca doa sebagaimana berikut:
اللَّهُمَّ إِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ، وَوَجْهَكَ الْكَرِيمَ أَرَدْتُ، فَاجْعَلْ ذَنْبِي مَغْفُورًا، وَحَجِّي مَبْرُورًا، وَارْحَمْنِي وَلاَ تُخَيِّبْنِي، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Allahumma ilayka tawajjahtu, wa wajhakal-karima aradtu, faj‘al dzanbî maghfûran, wa hajjî mabrûran, warhamnî wa lâ tukhayyibnî, innaka ‘ala kulli shay’in qadîr.
Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku menghadap, dan wajah-Mu yang mulia aku harapkan. Maka jadikanlah dosaku terampuni, hajiku diterima, rahmatilah aku, dan jangan kecewakan aku. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Usai membaca doa tersebut, Imam An-Nawawi kemudian menganjurkan kepada jemaah haji untuk membaca talbiyah, Al-Qur’an, serta berbagai zikir dan doa yang biasa dipanjatkan. Di antara doa tersebut adalah sebagaimana berikut:
اللَّهُمَّ آتِنا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Allâhumma ʾâtinâ fid-dunyâ ḫasanatan wa fil-âkhirati ḫasanatan wa qinâ ʿadzâban-nâr.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.”
Itulah doa yang bisa dibaca jemaah haji ketika berangkat menuju Arafah. Dengan memiliki kesiapan fisik, mental, dan spiritual melalui bacaan doa, jemaah haji diharapkan bisa menjalani wukuf dengan hati yang tenang, fokus dalam beribadah, serta meraih keberkahan dan ampunan dari Allah. Wallahu a‘lam.
Editor: Aiz Luthfi
