Doa Rasulullah saat Mendapat Ancaman Pembunuhan

Doa Rasulullah saat Mendapat Ancaman Pembunuhan

Perjalanan hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah diwarnai dengan rintangan bahkan ancaman pembunuhan dari kalangan kafir Quraisy. Mereka, kafir Quraisy yang menolak ajaran Islam, mengadakan sayembara dengan hadiah 100 ekor unta bagi orang yang berhasil menyerahkan Nabi Muhammad, hidup atau mati. Di antara orang yang ikut dalam sayembara ini adalah Suraqah bin Malik bin Ju‘syum.

Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Madarijus Su'ud (Semarang, Karya Thoha Putra, t.t), halaman 45 mengisahkan, setelah mengetahui bahwa Rasulullah dan Abu Bakar ada di daerah Ummu Ma'bad, Suraqah langsung menunggangi kuda andalannya. Tidak butuh waktu lama, Suraqah akhirnya bisa menemukan Rasulullah, Abu Bakar, Amir bin Fuhairah, dan seorang pemandu jalan bernama Abdullah bin Uraiqith.

Gelagat tidak baik dari Suraqah tercium oleh Rasulullah. Meski terancam, Rasulullah tetap tenang karena yakin Allah akan selalu melindunginya. Rasulullah kemudian memohon keselamatan kepada Allah dengan memanjatkan doa sebagaimana berikut:

اَللّٰهُمَّ اكْفِنَاهُ بِمَا شِئْتَ

Allâhummak finâhu bimâ syi’ta

Artinya: “Ya Allah selamatkanlah kami darinya (Suraqah) sesuai dengan kehendak-Mu”

Allah pun langsung mengabulkan doa kekasih-Nya itu. Tiba-tiba kaki kuda yang ditunggangi Suraqah terperosok hingga akhirnya jatuh tersungkur. Meski demikian, ambisi Suraqah tetap menyala, ia terus berjuang untuk menangkap Rasulullah agar mendapatkan hadiah 100 ekor unta. Setelah berhasil bangkit dan mencoba mendekati Rasulullah, usahanya tetap sia-sia, kuda Suraqah terperosok untuk yang kedua kalinya.

Suraqah pun menganggap keadaan tidak mendukungnya. Dia kemudian meminta rekonsiliasi dan memohon jaminan keamanan kepada Rasulullah. Dengan lemah lembut, Rasulullah pun mengabulkan permohonannya bahkan mendoakan Suraqah dengan doa terbaik, termasuk doa keselamatan bagi Suraqah.

Selanjutnya, Rasulullah meminta Ibnu Fuhairah, seorang budak yang beriman dan dibebaskan oleh Abu Bakar, untuk menulis surat jaminan keamanan bagi Suraqah. Setelah selesai ditulis, Suraqah pun kemudian pulang dengan membawa surat yang ditulis di atas lembaran kulit tersebut.

Beberapa tahun kemudian, usai meletusnya Perang Hunain, Rasulullah kembali bertemu dengan Suraqah di Ji'ranah. Ternyata Suraqah masih membawa surat jaminan keamanan itu. Saat itu, Suraqah mengangkat tangannya ke arah Rasulullah seraya berkata: 

“Wahai Rasulullah, ini suratmu," ucap Suraqah.

“Ini adalah hari pemenuhan janji,” jawab Rasulullah. 

Jawaban Rasulullah pun membuat hati Suraqah terharu hingga akhirnya dia pun masuk Islam.

Itulah kemuliaan Rasulullah yang patut diteladani oleh umat Islam, yaitu selalu memberikan kasih sayang kepada semua orang, bahkan kepada orang yang akan menzaliminya. Tidak sampai di situ, Rasulullah pun bahkan memanjatkan doa kebaikan untuk orang yang berniat jahat padanya

Selanjutnya, doa Rasulullah ini bisa juga diamalkan oleh umat Islam, apalagi ketika ada orang yang hendak berniat jahat. Diharapkan dengan membaca doa tersebut, umat Islam bisa mendapatkan perlindungan dan keselamatan dari Allah. Wallahu a‘lam.


Editor: Muhammad Faizin
logo