Memiliki anak saleh adalah impian setiap orang yang menjalani kehidupan rumah tangga. Apalagi bagi pasangan suami istri yang sudah bertahun-tahun belum dikaruniai momongan. Di antara upaya untuk mendapatkan anak saleh adalah dengan berdoa kepada Allah disertai dengan keyakinan pada kekuasaan-Nya yang tak terbatas.
Hal ini sudah dicontohkan oleh Nabi Zakaria, meskipun ia dan istrinya sudah lanjut usia, namun Nabi Zakaria tetap meyakini pada kekuasaan Allah dan berdoa kepada-Nya agar diberi keturunan. Akhirnya Allah pun mengabulkan doanya dengan lahirnya Nabi Yahya. Doa Nabi Zakaria tersebut termaktub dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 38.
Dalam menafsirkan Surat Ali Imran ayat 38, Imam Thabari menyebut bahwa doa ini dipanjatkan Nabi Zakaria usai menyaksikan langsung bagaimana Allah mengirimkan rezeki berupa makanan kepada Maryam saat mengandung Nabi Isa. Fenomena itu membuat keyakinan Nabi Zakaria pada kekuasaan Allah semakin kuat dan kokoh.
Nabi Zakaria pun kemudian berdoa kepada Allah agar diberikan rezeki berupa anak saleh. Menurut Imam Thabari, doa minta anak saleh yang dipanjatkan Nabi Zakaria juga tercantum dalam Surat Maryam ayat 4-6 dan Surat Al-Anbiya ayat 89. (Ibnu Jarir At-Thabari, Jamî‘ul Bayân ‘an Ta’wilil Qur’an [Kairo, Darul Hadits: 2010] Jilid III, halaman 188-189)
Adapun 3 doa minta anak saleh yang dipanjatkan Nabi Zakaria yang ada dalam Al-Qur'an adalah sebagaimana berikut:
1. Surat Ali Imran ayat 38
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةًۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ
Rabbi hab lî mil ladunka dzurriyyatan thayyibah, innaka samî‘ud-du‘â'
Artinya: "Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”
2. Surat Maryam ayat 4-6
رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا (٤) وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّاۙ (٥) يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا (٦
Rabbi innî wahanal-‘adhmu minnî wasyta‘alar-ra'su syaibaw wa lam akum bidu‘a’ika rabbi syaqiyyâ [4] wa innî khiftul-mawâliya miw warâ’î wa kânatimra’atî ‘âqiran fa hab lî mil ladungka waliyyâ [5] yaritsunî wa yaritsu min âli ya‘qûba waj‘al-hu rabbi radliyyâ [6]
Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah, kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, wahai Tuhanku [4]. Sesungguhnya aku khawatir terhadap keluargaku sepeninggalku, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul. Anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu [5]. (Seorang anak) yang akan mewarisi aku dan keluarga Ya‘qub serta jadikanlah dia, wahai Tuhanku, seorang yang diridai” (QS Maryam [19] :4-6)
3. Surat Al-Anbiya ayat 89
رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَۚ
Rabbi lâ tadzarnî fardan wa anta khairul-wâritsîn
Artinya: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), sedang Engkau adalah sebaik-baik waris.”
Itulah 3 doa minta anak saleh yang dipanjatkan Nabi Zakaria dan diabadikan di dalam Al-Qur’an. Diharapkan dengan wasilah membaca doa ini disertai dengan keyakinan penuh pada kekuasaan Allah, pasangan suami istri yang menantikan kehadiran anak, bisa segera terwujud.
Selain ikhtiar batin melalui doa, ikhtiar lahir juga kiranya perlu terus dilakukan, misalnya dengan menjalankan program hamil (promil) dan mengikuti anjuran yang disarankan oleh dokter kandungan. Wallahu a‘lam.
Editor: Muhammad Faizin
